Penyerapan Pupuk Bersubsidi di Lambar Capai 15.166 Ton

  • Whatsapp
Sekretaris DTPH Lambar M. Danang Harisuseno, S.Ag, M.H

Medialampung.co.id – Pupuk bersubsidi di Kabupaten Lambar hingga Juli telah terserap sebanyak 15.166 ton dari total alokasi pupuk bersubsidi tahun ini sebanyak 31.606 ton 

“Pupuk bersubsidi yang terserap baru 15.166 ton atau 48,0 persen. Itu artinya masih ada 16.440 ton pupuk yang belum terserap oleh kelompok tani,” kata Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) M. Danang Harisuseno, S.Ag, M.H mendampingi Kepala DTPH Ir. Rusdi, Kamis, (19/8) 

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, untuk pupuk urea Lambar mendapatkan alokasi pupuk sebanyak 12.224 ton namun baru terserap 4.385 ton (35,9%), kemudian SP36 dari alokasi 4.484 ton baru terserap 1.837 ton (41,0%), pupuk ZA dari alokasi pupuk sebanyak 4.222 ton namun baru terserap 2.019 ton (52,2%). Kemudian, pupuk NPK dari jumlah alokasi sebanyak 9.678 ton baru terserap 6.316 ton (65,3%), serta porganik dari alokasi sebanyak 998 ton baru terserap 425 ton (42,6%). “

“Dari lima jenis pupuk bersubsidi tersebut, yang penyerapan pupuknya tinggi yaitu pupuk NPK dan pupuk ZA sedangkan penyerapannya yang rendah adalah pupuk urea,” kata dia.

Kata dia, jumlah pupuk bersubsidi yang belum terserap sebanyak 16.440 ton terdiri dari pupuk urea sebanyak 7.839 ton, SP36 2.647 ton, ZA 2.019 ton, NPK 3.362 ton, serta Porganik sebanyak 573 ton. 

“Mudah mudahan sebelum akhir tahun, pupuk bersubsidi di Kabupaten Lambar dapat terserap 100 persen. Pupuk bersubsidi ini bukan hanya dimanfaatkan oleh petani untuk memupuk tanaman padi namun juga tanaman hortikultura dan perkebunan,” kata dia.

Menurut dia, pupuk bersubsidi diamanatkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No.15/2011 tentang perubahan Peraturan Presiden No.77/2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan. Agar pengadaan, penyaluran dan alokasi pupuk bersubsidi memenuhi prinsip enam tepat yaitu tepat jenis, jumlah, harga, tempat dan waktu di Lini IV (Gudang Pengecer) maka perlu koordinasi yang intensif dari pihak produsen, distributor dan pengecer serta pemerintah daerah. 

“Kita berharap dengan adanya pupuk bersubsidi dari pemerintah ini dapat membantu dan bermanfaat bagi petani di Kabupaten Lambar,” harapnya. (lus/mlo)


Pos terkait