Penyertaan Modal BUMDESMA Suoh Terhambat Covid-19

  • Whatsapp
Camat Suoh Mandala Harto

Medialampung.co.id – Tujuh Pekon di Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat, batal melakukan penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA), yang merupakan badan usaha yang dilakukan secara kerja sama antar pekon yang telah terbentuk, dimana rencana sebelumnya penyertaan modal tahap awal masing-masing pekon akan mengalokasikan sebesar Rp100 juta bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Pekon (APBP).

Camat Suoh Mandala Harto, SIP., saat dikonfirmasi mengungkapkan, batalnya penyertaan modal dari tujuh pekon untuk menjalankan BUMDESMA tersebut disebabkan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dimana sebagian besar alokasi anggaran dialihkan untuk penanganan dan pencegahan Covid-19.

”Jadi tidak memungkinkan lagi bagi pekon untuk menganggarkan Rp100 juta seperti yang direncanakan untuk penyertaan modal tahap pertama, meskipun sebenarnya persiapan telah lama dilakukan, bahkan sudah BUMDESMA tersebut sudah siap berjalan, namun karena kondisi pandemi ini belum berakhir, maka dana desa difokuskan untuk penanganan dan pencegahan, termasuk untuk BLT (bantuan langsung tunai),” ungkap Mandala.

Dilain pihak, Kabid Penataan dan Kerjasama Pekon DPMP Lambar Desmon Irawan, ST., mengungkapkan, pihaknya mendorong agar BUMDESMA tersebut bisa beroperasi sesuai harapan ketika nantinya kondisi semakin membaik dan telah memungkinkan pekon untuk bisa melakukan penyertaan modal.

”Sejak awal kami berkeyakinan BUMDESMA di Kecamatan Suoh bisa menjadi primadona, karena menjadi pilot project dalam pengelolaan hasil bumi, terlebih potensi yang akan dikelola cukup besar yakni gabah, dimana darah itu merupakan sentra dari komoditi tersebut,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kecamatan Suoh dengan luas areal persawahan mencapai 2.057 hektar, memiliki produksi 5,5 ton gabah kering giling (GKG) per hektar atau 11.000 ton lebih GKG untuk sekali panen. Selama ini peluang tersebut masih dimanfaatkan para tengkulak dari luar daerah dengan membeli GKG. Kondisi ini kurang menguntungkan petani.

BUMDESMA ini nantinya akan bergerak dibidang usaha pengumpulan gabah diolah menjadi beras yang telah dipacking. Beras dari petani yang bagus masuk ke daerah Kabupaten Tanggamus kemudian dipacking dan dijual kembali ke Kabupaten Lambar.

Sehingga kedepan gabah atau beras dari petani di Kecamatan Suoh dan Kecamatan Bandarnegeri Suoh dapat dijual ke BUMDESMA kemudian diolah dan dipacking untuk dipasarkan di Kabupaten Lambar, dan ke luar daerah,” pungkasnya. (nop/mlo)




Pos terkait