Peratin Sukajadi Tinjau Aktivitas Pemupukan Kopi Warga

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dalam upaya mempertahankan kesuburuan buah kopi yang saat ini masih proses pengebangan menuju masa penuaan (pemanenen) tidak cukup hanya dengan perawatan ranting dan pemotongan rumput melainkan upaya pemupukan juga menjadi faktor pendukung terciptanya mutu dan kualitas biji kopi yang baik. 

Seperti yang digalakkan para petani di Pekon Sukajadi, Kecamatan Airhitam, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) di Maret ini petani setempat melakukan pemupukan kopi tahap kedua yang sedianya, minimal dilaksanakan Tiga kali dalam semusim.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan kali ini Peratin Mustain, berkeliling pekon hingga ke gubuk-gubuk petani untuk melihat upaya pemeliharaan kopi yang dilakukan seperti pengadukan pupuk kopi yang dilakukan oleh salah satu petani kopi setempat Dwi Wahyono. 

Mustain melihat Dwi bersama beberapa rekannya mengaduk beberapa jenis pupuk untuk segera dipupukkan, yang manfaatnya bukan saja untuk buah kopi yang ada saat ini. Namun, pupuk untuk bakal buah ditahun berikutnya. 

“Pemupukan ini memang rutin dilaksanakan, supaya mencapai buah kopi yang baik. Apalagi saat ini cuaca tidak mendukung dengan tingginya intensitas hujan sehingga jika kurang maksimalnya perawatan dan pemupukan akan menyebabkan buah rontok atau kurang maksimal,” tegas Mustain yang juga berprofesi sebagai petani kopi. 

Sementara Dwi Wahyono, sangat mengapresiasi perhatian Peratin Sukajadi yang sangat tinggi kepada warganya termasuk perhatian dalam usaha yang ditekuni.

“Bertani kopi merupakan mata pencaharian utama kami masyarakat pekon ini, tentunya untuk mencapai apa yang kami harapkan kami senantiasa bertukar ilmu dan pengalaman termasuk dalam pemupukan ataupun lainnya,” ujar pihaknya.

Pada kesempatan itu Dwi mengharapkan ketersediaan pupuk dan kestabilan harga dapat selalu dijaga pemerintah. “Harapan saya kepada pemerintah selalu terciptanya kestabilan dan ketersediaan pupuk, jangan sampai saat petani butuh pupuk justru sulit dan malah,” pintanya. 

Dwi Wahyono juga menyebutkan buah kopi saat ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, dan kalaupun ada yang mengalami kekurangan hal itu akibat faktor cuaca. (r1n/mlo)


Pos terkait