Perekonomian di Lambar Tumbuh Sebesar 5 Persen, Kemiskinan Turun 12 Persen

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Implementasi pitu program Kabupaten Lampung Barat 2017-2022 telah berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta penurunan angka kemiskinan di kabupaten setempat. Hal itu disampaikan Parosil Mabsus, saat menyampaikan pidato pada sidang paripurna istimewa HUT Lambar ke -29 yang digelar di ruang sidang Marghasana DPRD setempat Rabu (23/9). 

Dikatakannya, pitu program yang digulirkan berdampak langsung terhadap peningkatan Indikator makro di Kabupaten Lambar yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya, antara lain Pertumbuhan Ekonomi pada tahun 2019 terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,20%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang mencapai 5,14% dimana Kontribusi terbesar pembentukan PDRB ADHK tahun 2019 disumbangkan melalui sektor 

Bacaan Lainnya



Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 48,08%, PDRB Perkapita pada tahun 2019 mencapai 23,73 Juta Rupiah dimana tahun sebelumnya sebesar 22,17 Juta Rupiah. 

“Selanjutnya angka Kemiskinan pada tahun 2019 sebesar 12,92% turun sebesar 0,62% pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut tentunya tidak lepas dari Pitu Program Peningkatan Infrastruktur Mantap dan Program Mensejahterakan Petani,” ungkapnya. 

Lalu, untuk indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tahun 2019 Kabupaten Lampung Barat masuk kedalam kategori Sedang sebesar 67,50 Point, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 66,74 Point. Sedangkan untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) capaian pada tahun 2019 sebesar 1,68% atau sebesar 2.928 Jiwa turun dari tahun sebelumnya sebesar 2,76%.

“Hal ini tentunya tidak lepas juga dari pelaksanaan Pitu Program Semua Bisa melanjutkan Sekolah, Pelayanan Masyarakat Sehat, Masyarakat berdaya saing dan peningkatan kinerja pelayanan publik serta Peningkatan Iman dan Taqwa. Hal yang juga tidak kalah pentingnya sebagai pengungkit dari pencapaian indikator-indikator Makro tersebut adalah tiga Komitmen Daerah yaitu Kabupaten Tangguh Bencana, Kabupaten Literasi dan Kabupaten Konservasi yang dengan kesungguh-sungguhan di jalankan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat,” bebernya. 

Lebih lanjut Parosil mengungkapkan, pada prioritas pembangunan yang diterjemahkan melalui Pitu Program. Adapun sektor dan capaian dari Prioritas Pembangunan itu antara lain peningkatan infrastruktur mantap melalui pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan, irigasi serta akses air minum aman dan sanitasi yang layak bagi masyarakat.

Penataan kota Liwa sebagai Kota Budaya melalui Sarana dan Prasarana kota yang Representatif seperti pembangunan gedung budaya, rehabilitasi masjid, penataan taman kota. Semua bisa melanjutkan sekolah antara lain Seragam Gratis Bagi Siswa-siswi tidak mampu, pemberiaan penghargaan dengan memberikan Beasiswa bagi siswa-siswi yang berprestasi serta mengangkat Guru Honor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak.

“Program Pelayanan masyarakat sehat dengan meningkatkan Sarana dan Prasarana Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah, ambulans hebat serta jaminan pemeliharaan kesehatan penduduk miskin di luar quota, pelayanan pasien kurang mampu Jamkesmas atau JKN PBI.  Program Mensejahterakan petani antara lain melalui pembinaan pengelolaan alat produksi pertanian, stabilisasi harga kebutuhan bahan pokok, pengembangan lumbung pangan masyarakat,” jelasnya. 

Selanjutnya, masyarakat berdaya saing dan peningkatan kinerja pelayanan publik dengan Memberdayakan Masyarakat melalui Rumah Produktif dan kreatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta menyediakan Pelayanan publik yang mudah, cepat, tepat, murah, gratis, dan transparan.

“Terakhir program peningkatan iman dan taqwa dialokasikan pagu antara lain melalui fasilitasi penyelenggaraan haji/umroh wisata rohani, penyebaran syiar agama,” imbuhnya. (nop/mlo)



Pos terkait