Peringatan Hari Badak Sedunia

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Badak Sedunia atau (World Rhino Day) yang yang jatuh setiap tanggal 22 September. Tim konsorsium program konservasi yaitu Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP), World Wide Fund for Nature (WWF), dan Yayasan Badak Indonesia (Yabi) bersama Pemkab Lampung Barat akan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan pada Kamis-Jum’at (26-27/9).

Sebelumnya, Tim konsorsium program konservasi yang di dukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jerman (BMU) melalui KfW dalam kerangka International Climate Initiative itu telah menggelar berbagai kegiatan sosialisasi mulai dari kegiatan siraman rohani yang disampaikan para Da’i dengan mengusung tema konservasi, lomba hadrah, lomba masak, serta memberikan edukasi bagi para siswa yang ada di sejumlah sekolah di beberapa pekon penyangga kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Bacaan Lainnya



Koordinator Konsorsium Program KfW-BBS David Purmiasa mengatakan,  digelarnya berbagai kegiatan dalam peringatan hari badak sedunia itu merupakan salah satu upaya untuk lebih mengenal badak, satwa yang paling terancam punah dan Indonesia merupakan rumah terakhir badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) sehingga termasuk kategori critically endangered menurut IUCN. Berdasarkan data Population and Habitat Viability Analysis (PHVA) tahun 2016 yang di kutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), populasi satwa ini diperkirakan kurang dari 100 individu di alam. Selain di Sumatera, satwa ini dapat ditemukan di Kalimantan dalam jumlah yang sangat terbatas.

“Spesies badak yang sebagian besar berada di kawasan konservasi di Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Kawasan Ekosistem Gunung Leuser dan sebagian kecil di Pulau Kalimantan, terutama di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu ini mendesak untuk diselamatkan. Sehingga sebagai salah satu supaya penyelematan adalah membangun kesadaran masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi,” ungkapnya.

Menurutnya, perayaan hari badak sedunia ini diharapkan dapat menjadi salah satu kampanye global untuk menyadarkan dan meningkatkan kepedulian semua pihak akan pentingnya kelestarian populasi Badak Sumatera dan Badak Jawa.

“Populasi badan yang semakin sedikit, harus di sikapi secara serius dan perlu aksi nyata dari kita semua, untuk itu pada momen peringatan hari badak sedunia ini kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kelestariannya,” kata dia.

Seperti diketahui, acara yang akan digelar bertepatan dengan momentum HUT Lambar ke 28 itu akan digelar sejumlah lomba Mewarnai Badak Sumatera dengan pewarna alami dengan peserta PAUD/TK , Lomba Fashion show Celugam Nature peserta PAUD/TK, Lomba Pawai Badak Sumatera dan pada acara puncak akan digelar Jelajah Kebun Raya Liwa (KRL) peserta tingkat SMP dan SMA, Lomba Melukis Kolase dengan Sampah SMP/SMA.(edi/mlo)



Pos terkait