Peringatan Hari Literasi Lampung Meriah dan Penuh Kebersamaan 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pelaksanaan peringatan Hari Literasi Provinsi Lampung 2021, bertempat di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Cekdam Babakan, Kelurahan Pajarbulan, Kecamatan Waytenong, Kabupaten Lampung Barat yang disandingkan dengan penandatanganan komitmen bersama antara Kantor Bahasa Lampung dengan Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Lambar, tema Bersinergi Membangun Budaya Literasi berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lambar Partinia, Wakil Ketua GLD Lambar Bunda Yusmala Sari, M.Si., Kepada Badan Bahasa Provinsi Dr Eva Krisna, dan tim, Camat Waytenong Bambang Hermanto, S.Pdi, M.M., Lurah Erna Risnawati, S.E., dan seluruh peratin Kecamatan Waytenong. 

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Partinia sapaan akrab Mak Cik, menyampaikan terimakasih kepada Kantor Bahasa Lampung yang telah menyelenggarakan acara hari Literasi Lampung di Kelurahan Pajarbulan.

“Kabupaten Lampung Barat baru saja di apresiasi pusat dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI yang memberikan penghargaan tertinggi Nugra Jasa Dharma Pustaloka kepada Kepada Bapak Bupati Parosil Mabsus untuk Kategori Pejabat dan kepada Bunda Yusmalasari Untuk kategori masyarakat dan Perpustakaan Puska Mandiri (PM) Pekon Puramekar, Kecamatan Gedungsurian, kategori Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Nasional Klaster B,” sebutnya.

Trus mak Cik prestasi Hattrick itu diberikan kepada pihak yang telah berkontribusi besar terhadap pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca. “Ini pencapaian yang luar biasa bagi Kabupaten Lampung Barat dengan Komitmen Bupati Parosil Mabsus yang menjadikan kabupaten ini sebagai Kabupaten Literasi,” imbuhnya.

Dalam sambutan Bunda Yusmala Sari yang merupakan sosok penggiat Literasi Lambar. Sejak dicanangkan oleh Bupati. Kabupaten Lambar sebagai kabupaten Literasi, tim GLD yang diketuai Partinia terus bergerak dengan melakukan kerja nyata. 

“Sebagai Wakil Ketua GLD, saya rutin menyumbangkan buku-buku bacaan yang menarik dan berkualitas untuk dibagikan ke Lamban-Lamban Baca yang tersebar hingga ke pelosok-pelosok pekon. Buku-buku dibeli dari toko-toko buku dan donasi berupa bantuan buku-buku bekas dari keluarga dan teman-teman sesama alumni jurusan Kimia Universitas Lampung juga dari staf Rumah Sakit Ibu Dan Anak (Rsia),” ujarnya. 

Masih kata Bunda Eva, semua itu dilakukannya karena selain literasi adalah panggilan jiwa baginya dan dalam rangka mendukung Lampung Barat sebagai kabupaten Literasi. “Literasi itu adalah suatu hal menyenangkan. Ayo kita dukung Literasi sesuai dengan profesi kita masing-masing,” ajaknya.

Sementara dalam sambutan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung Eva Krisna, menyebutkan suatu kebetulan seakan telah tersirat, ketika Kantor Bahasa Lampung merancang program Peringatan Hari Literasi Lampung di Kabupaten Lampung Barat.

Kabupaten Lambar, yakni Bupatinya, Parosil Mabsus atas keberhasilannya dalam berkontribusi besar kegemaran membaca, mendapat Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpusnas RI. “Bagi saya Kabupaten ini adalah Kabupaten berliterasi terbaik,” katanya.

Camat Waytenong Bambang Hermanto, merasa bangga Kelurahan Pajarbulan sebagai tempat peringatan Hari Literasi Provinsi Lampung. “Kecamatan Waytenong adalah kecamatan yang literasinya bergerak lebih cepat, dimana ada perpustakaan di Pekon Padangtambak Juara provinsi dan tingkat nasional. Bahkan sebelum saya masuk di kecamatan ini sudah banyak berdiri Lamban Baca yang digerakkan oleh Tim GLD,” ungkapnya.

Dan sebagai camat. Bambang akan bekerja keras mendukung program Bupati Lambar, dengan akan bersinergi dengan seluruh jajaran yang terkait, terutama aparatur pemerintahan pekon. “Saya meminta dukungan kepada peratin-peratin dan lurah, untuk berkomitmen kedepannya mengoptimalisasi Lamban Baca sekaligus pembinaan terhadap pustakawan dan pemberhati,” paparnya.

Bambang juga berharap kedepan di Waytenong semua penyuluh agama punya pojok baca. Sebab dari bincang-bincangnya dengan Kepala KUA Waytenong, semua penyuluh buku tentang agama dan lainnya. Begitu juga dengan kepala Puskesmas mengajak bidan dan perawat desa berperan dalam membangkitkan pojok baca pekon. 

Lurah Pajarbulan Erna Risnawati, SE juga mengatakan dengan acara ini pihak provinsi dan Ibu bupati khususnya mengetahui jika di kelurahan itu ada potensi wisata yang belum dilirik.

“Dulunya cekdam ini tidak terawat dan dengan bincang-bincang dengan warga maka terfikir menjadikan lokasi ini tempat bermanfaat. Dan kedepannya akan dijadikan ruang ramah anak dengan akan dibangun perpustakaan terapung,” katanya. 

Ditempat yang sama disampaikan Ketua Bidang Infokom Tim GLD Lambar Duta Suhanda, menjelaskan bahwa di acara tersebut dilaksanakan juga Penandatanganan Komitmen Bersama antara Kantor Bahasa Provinsi Lampung dengan Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Barat.

“Dengan ditandatangani Komitmen tersebut akan semakin memperkokoh Gerakan Literasi karena akan bersama sama, bahu membahu, Kantor Bahasa Prov Lampung, Pemda Lambar dan segenap stakeholder memajukan Gerakan Literasi dalam rangka mensejahterakan masyarakat Lambar,” tutupnya.

Untuk diketahui RPTRA, Cekdam Babakan, Kelurahan Pajarbulan, merupakan miniatur Tiga Komitmen Bupati Parosil Mabsus, tentang Kabupaten Literasi, Kabupaten Konservasi dan Kabupaten Tangguh Bencana. (r1n/mlo)


Pos terkait