Peringatan HSN ke-5, Ajak Santri Milenial Berkontribusi Nyata dan Berikan Warna

Medialampung.co.id – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) KE -5 yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020. Syuriah atau pimpinan tertinggi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Barat Hi. Ja’far Sodiq M.Si, mengajak para santri –santriwati untuk terus menggelorakan semangat juang Resolusi Jihad dalam rangka ikut serta menjaga keutuhan NKRI.  

Yang tak kalah penting, para santri –santriwati juga berkewajiban mengisi Kemerdekaan NKRI dengan berbaur, bahu-membahu bersama seluruh komponen masyarakat guna memberikan kontribusi secara nyata dengan memberikan warna baik secara Sosial, Politik maupun Ekonomi di Republik ini. 

Bacaan Lainnya


“Diera saat ini para santri sudah dikenal isitlah Santri Milenial, sehingga para santri tidak boleh ketinggalan dengan perkembangan zaman jadi harus akrab dengan berbagai teknologi dan informasi. Dan Alhamdulillah saat ini itu sudah masuk dalam kurikulum atau materi pembelajaran di setiap pesantren,”ungkap Ja’far Sodiq, Selasa (20/20).

Dijelaskan, sejak ditetapkan pemerintah lima tahun lalu, tepatnya pada tahun 2015 melalui Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2015, tentang penetapan hari santri. Menurutnya, momentum tersebut memberikan semangat dan pengaruh luar biasa di dunia pesantren.

“Sejak ditetapkannya hari santri ini lima tahun lalu, sudah menjadi spirit bagi para santri di tengah modernisasi zaman, kami sangat bangga karena keberadaan pesantren khususnya para santri semakin maju dan berkembang,”imbuhnya.

Berbicara soal santri, lanjutnya, tentu banyak hal yang dapat dibahas, namun yang lebih menarik adalah tentang potensi diri yang dikembangkan melalui perspektif kemandirian, dan pengabdian akhlak dan jiwa keislaman untuk mengaplikasikannya di zaman modern saat. 

“Namun untuk terus mengikuti perkembangan zaman, para santri harus terus berbenah mengasah kemampuannya yang siap menghadapi berbagai tantangan dan siap menjadi para pemimpin masa depan yang berarti generasi muda hari ini adalah pemimpin di masa depan dengan konsisten jiwa pengabdian, akhlak dan jiwa keislamannya,”harapnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pada peringatan HSN ke -5, pengakuan negara terhadap peran para santri di dalam membela NKRI sudah terbukti, dimana para santri telah ikut berjuang melalui perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda. 

“Salah satu contoh bentuk resolusi jihad Nahdlatul Ulama dalam membela NKRI ketika itu tentara dan polisi belum terkonsolidasi, oleh karenanya maka mengambil peran adalah ulama Nahdlatul Ulama yang kala itu di pimpin oleh KH Hasyim Asy’ari dengan mengeluarkan fatwa jihad bahwa membela tanah air melawan penjajah hukumnya Fardu Ain atau Wajib. Dan umat islam yang meninggal dalam perjuangan tersebut adalah mati syahid,” jelasnya.

Sehingga, melalui fatwa tersebut kemudian diikuti Nahdlatul Ulama dengan mengeluarkan resolusi jihad di Surabaya pada 22 Oktober 1945 dan di Purwokerto 29 Maret 1946. Selain itu, Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi ) juga mengeluarkan fatwa serupa pada 7 hingga 8 November 1945 di Yogyakarta. 

“Karena itu Nahdlatul Ulama akan terus membela negara dan bangsa Indonesia daripada upaya-upaya yang akan menghancurkan NKRI. Sehingga dari sejarah singkat itu kita ketahui bersama bahwa pada masa perjuangan santri memiliki peran yang sangat besar di dalam merebut kemerdekaan,”imbuhnya.(edi/mlo)


Pos terkait