Peringati Isra Mi’raj, Masjid Muawanah Bagikan Santunan untuk Anak Yatim

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Masjid Muawanah mengadakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah Tahun 2021 pada Rabu (10/3).

Dalam pelaksanaannya, Masjid Muawanah berpedoman dengan edaran Walikota Bandarlampung untuk tetap menerapkan 5M protokol kesehatan dengan membatasi jamaah yang hadir tidak lebih dari 50 orang, menggunakan masker serta menyediakan Hand Sanitizer di pintu masuk masjid.

Bacaan Lainnya


Sebelum memulai Kegiatan Isra Mi’raj, Masjid Muawanah yang berlokasi di Jl. Sultan Agung Kelurahan Kedaton Kecamatan Kedaton melakukan kegiatan sosial dengan menyantuni 10 anak Yatim- Piatu dan mengadakan kuis untuk para jamaah 

Peringatan Isra Mi’raj kali ini, Masjid Muawanah mengangkat tema “Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan di Masa Pandemi”. 

Ketua Takmir Masjid Muawanah, Hi. M. Belly dalam sambutannya mengatakan, santunan yang diberikan kepada anak yatim tersebut berasal dari infaq jamaah masjid. 

“Selanjutnya, untuk yang akan datang kita menyantuni anak yatim bisa dari infaq Masjid Muawanah dan ditambah dari para jamaah setahun dua kali terutama di malam Nuzul Qur’an dan Satu Muharam,” bebernya.

Sementara itu, Ustad Asep Kholis dalam ceramahnya mengatakan, Isra Mi’raj adalah peristiwa penting dan bersejarah dalam agama Islam. Umat Islam bisa memperingati Isra Mi’raj dengan meneladani kisahnya.

Isra Mi’raj berasal dari kata Isra yang berarti Perjalanan dan Mi’raj berarti naik ke atas. Sesuai namanya, pada peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha.

Dalam perjalanan itu, Nabi Muhammad menerima perintah shalat wajib lima waktu. Peristiwa ini terjadi pada 27 Rajab di tahun pertama sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah.

Ustad Asep juga menceritakan kisah Nabi Luth yang merupakan nabi dan rasul ketujuh dari 25 utusan Allah yang patut diimani. Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim AS. Ia banyak belajar, termasuk soal dakwah dari sang paman.

Sampai pada suatu hari, Allah meminta Luth untuk meninggalkan Mesir menuju Sodom-yang saat ini berada di sepanjang timur laut, Laut Mati. Luth mendapat tugas berat untuk menyadarkan kaum Sodom yang menyimpang.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di negeri Sodom, Luth terkejut dengan tingkah laku kaum tersebut. Mulai dari pencurian yang merajalela hingga yang paling hina adalah menyukai sesama jenis atau homoseksual. Kaum Sodom merupakan kaum pertama di dunia yang melakukan tindakan keji itu sesuai surat Al-A’raf ayat 80 dan Al-Ankabut ayat 28.

Di akhir ceramahnya, Ustad Asep mengajak jamaah berdoa bersama untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT agar semua persoalan baik yang kecil dan maupun besar bisa terselesaikan atas izin Allah.

Salah satu panitia Isra Mi’raj Masjid Muawanah Supriyanto menuturkan, kegiatan keagamaan ini digelar untuk memberikan suatu pemahaman mengenai sifat teladan Nabi Muhammad SAW yang bisa menginspirasi umat muslim agar bisa hijrah ke jalan yang lebih baik.(*/mlo)




Pos terkait