Perkuat Stok, PT Pertamina-Hiswana Migas Tambah Alokasi LPG 3 Kg 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – PT Pertamina bersama DPC Hiswana Migas Lampung pada bulan Oktober 2020 menambah alokasi Liquified Petroleum Gas (LPG) sebanyak 4% dari alokasi normal Kabupaten Lampung Barat sebanyak 490,56 Metrik Ton ( MT) atau bertambah sebanyak 19,62 MT. 

Wakil Kepala Bidang Wilayah IV DPC Hiswana Migas Lampung Prayugo Widodo, S.H, menanggapi terkait adanya keluhan dari warga perihal kelangkaan LPG bersubsidi 3 Kg. ia memaparkan bahwa Lambar yang terdiri dari 15 Kecamatan TELAH beroperasional empat agen penyalur LPG PSO 3 Kg, dengan jumlah Sub Penyalur atau Pangkalan yaitu sebanyak 206 pangkalan Aktif yang tersebar di 15 kecamatan tersebut. 

Bacaan Lainnya



“Dari sisi penyaluran, sampai saat ini tidak ada kendala mulai dari ITM Panjang, SPPBE PT Sejahtera Makmur Abadi, armada-armada penyalur Agen LPG PSO, hingga sampai ke lokasi Sub Pangkalan,” jelasnya.

Hanya saja, lanjutnya, ada peningkatan pemakaian atau banyaknya aktivitas masyarakat yang menggunakan LPG 3KG mulai dari momen pesta atau hajatan, yang sifatnya musiman sehingga berdampak pada stabilitas stok. 

“Namun untuk memperkuat stok maka bulan Oktober 2020 ini, dari alokasi Normal untuk Lampung Barat sebanyak 490,56 MT maka ada penambahan alokasi (fakultatif) sebanyak 19,62 MT atau berkisar 4% dari alokasi normal,” jelasnya.

Sehingga, saat ini berdasarkan hasil pemantauan di lapangan untuk kondisi stok LPG 3 Kg di Pangkalan masih tersedia, bahkan setiap pangkalan dapat dipastikan juga selalu menyediakan LPG Non-bersubsidi mulai dari kemasan 5,5 Kg, 12 Kg, maupun 12 Kg.

“Disisi lain kami juga terus mengingatkan kepada para Agen LPG untuk memastikan ketersediaan stok tabung isi LPG 3 Kg di Pangkalan, mengutamakan penjualan pangkalan kepada konsumen Rumah Tangga dan Usaha Mikro, serta menerapkan harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku,” tegasnya. 

Disamping itu, pihaknya juga mengajak mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan LPG 3kg. Imbauan ini disampaikan agar penggunaan gas bersubsidi pemerintah ini dapat tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.

“Pertamina dan hiswana migas tidak bisa sendiri sehingga sangat membutuhkan keikutsertaan pengawasan dari semua pihak . Untuk itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat agar turut berperan serta mewujudkan pendistribusian dan penyaluran LPG bersubsidi yang tepat sasaran,” imbuhnya.(edi/mlo)



Pos terkait