Perlu Kolaborasi OPD-Pekon Entaskan Pekon Tertinggal

  • Whatsapp
Kabid Pembangunan Pekon Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Ruspel Gultom, S.H, M.M

Medialampung.co.id – Pemkab Lambar fokus untuk mengentaskan pekon tertinggal yang ada di kabupaten Beguai Jejama Sai Betik ini, bahkan pada tahun 2020 mendatang ditargetkan tidak ada lagi pekon yang menyandang status pekon tertinggal.

“Untuk mengentaskan pekon tertinggal di Kabupaten Lambar, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan pekon perlu berkolaborasi,” ujar  Kabid Pembangunan Pekon Ruspel Gultom, S.H, M.M, mendampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Yudha Setiawan, S.I.P, Senin (7/10).

Bacaan Lainnya



Terkait pekon tertinggal ini,  kata dia, upaya yang dilakukan pihaknya yaitu telah menginvetarisir kegiatan yang dilaksanakan oleh pekon dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kemudian, pada Agustus lalu, pihaknya melakukan monitoring di 19 pekon tertinggal guna memastikan kegiatan pengentasan ketertinggalan yang telah dilakukan dan yang belum dilakukan OPD dan pekon, serta memastikan program pekon yang didukung dana desa  terkait penyebab ketertinggalan apakah ada atau tidak.

“Dari hasil monitoring di lapangan, ada beberapa kegiatan OPD yang pelaksananaya telah dilakukan dan ada juga yang akan dilaksanakan pada trilwulan IV, begitu juga dengan pekon,” kata dia.

Lanjut dia, sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan OPD terkait, antara lain pembangunan irigasi dan pembangunan jalan penghubung, sedangkan yang belum dilaksanakan dan akan dilaksanakan di triwulan IV seperti pembangunan septik tank individu. Sementara kegiatan pekon yang telah dilaksanakan antara lain jambanisasi dan pipanisasi pekon, kemudian pembangunan jalan rabat beton ada yang sudah dilaksanakan dan ada juga yang masih dalam proses pelaksanaan.

“Kebutuhan pekon tertinggal yang mendesak, seperti sarana jalan penghubung dan sarana pendidikan utamanya untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Contoh pekon tertinggal yang pembangunan jalan penghubungnya masih minim dan perlu ditingkatkan, yaitu Pekon Ujungrembung dan Pekon Pancor Mas Kecamatan Lumbokseminung,” tandasnya seraya menambahkan, dengan adanya kolaborasi antara OPD terkait dan pekon diharapkan 19 pekon tertinggal dapat dientaskan.

Untuk Kabupaten Lambar sendiri hingga kini msih ada 19 pekon yang masuk ketegori pekon tertingal, yaitu Pekon Bumijaya Kecamatan Sukau, Pekon Sukamaju Kecamatan Lumbokseminung, Pekon Sukabanjar II Ujungrembun Kecamatan Lumbokseminung, Pekon Pancur Mas Kecamatan Lumbokseminung, Pekon Lombokselatan Kecamatan Lombokseminung, serta Pekon Serungkuk Kecamatan Belalau.

Kemudian, Pekon Pajaragung Kecamatan Belalau, Pekon Sukamakmur Kecamatan Belalau, Pekon Kerang Kecamatan Batubrak, Pekon Teba Liyokh Kecamatan Batubrak, Pekon Pagardewa Kecamatan Pagardewa, Pekon Sukamulya Kecamatan Pagardewa, Pekon Batuapi Kecamatan Pagardewa, Pekon Atarbawang Kecamatan Batuketulis, Pekon Sumberrejo Kecamatan Batuketulis, Pekon Atarkuwau Kecamatan Batuketulis, Pekon Tigajaya Kecamatan Sekincau dan Pekon Sidorejo Kecamatan Suoh, serta terakhir Pekon Tembelang Kecamatan Bandarnegeri Suoh. (lus/mlo)



Pos terkait