Permintaan Ikan di KJA Lumbokseminung Meningkat

  • Whatsapp
foto edi/mlo

Medialampung.co.id – Memasuki bulan suci ramadhan 1441 Hijriyah, permintaan kebutuhan ikan di keramba jaring apung (KJA) di Kecamatan Lumbokseminung, Kabupaten Lampung Barat  meningkat sekitar 20 persen dari kebutuhan normal. 

Riswan salah seorang pemilik KJA di Pekon Kagungan, menerangkan bahwa  permintaan pada ikan jenis nila tersebut mengalami peningkatan mencapai dua kali lipat dari sebelumnya 3 kwintal, sekarang mencapai 5 kwintal ikan per hari. 

Bacaan Lainnya



“Sesuai dengan prediksi di awal untuk memenuhi permintaan yang tinggi, kami para pembudidaya telah menyimpan stok ikan selama bulan suci ramadhan. Dan sejauh ini penjualan kami lakukan di tingkat lokal. Karena untuk lokal saja kami sudah kebanjiran order,” terangnya. 

Kendati permintaan ikan nila terus meningkat, pihaknya mengaku harga jual tetap dalam kondisi normal yaitu Rp25 ribu/ kilogram di di tingkat pembudidaya. Dan untuk sumber permintaan menurutnya tidak hanya terbatas pada warung dan rumah makan. Masyarakat pun juga berburu ikan untuk menu buka puasa maupun sahur. 

“Sebetulnya fenomena peningkatan permintaan ikan ini terjadi setiap tahun dan kami pembudidaya harus terus memanfaatkan peluang ini dengan menyiapkan stok ikan selama bulan ramadhan. Paling tidak ada ikan yang ditahan untuk dipanen waktu bulan suci ramadhan,” tandasnya.

Seperti diketahui,  KJA di Kecamatan Lumbok Seminung,  Kabupaten Lampung binaan Dinas Perikanan menjadi pemasok ikan terbesar di kabupaten setempat.

Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Umi Fitriah, S.Pi mengatakan, ada sekitar 200 unit KJA binaan Pemkab Lambar dan 50 unit KJA perorangan yang dikelola masyarakat Lumbok Seminung. Menurutnya, dengan KJA sebanyak itu, menjadikan Lumbok Seminung sebagai pemasok ikan terbesar di kabupaten setempat lantaran mampu mendistribusikan ikan sebanyak 15 ton per harinya.

“Sebanyak 15 ton ikan nila itu didistribusikan ke dalam daerah, juga ke Lampung Utara dan Bandarlampung. Bahkan sampai keluar provinsi seperti Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Surabaya,” ujarnya

Untuk tahun 2020 ini, kata Umi, tidak ada rencana penambahan unit KJA, sebab yang ada saat ini telah cukup menjadi contoh untuk pembudidaya ikan keramba. ”Hampir sepuluh tahun pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat tentang keramba,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan adanya 200 unit KJA binaan Pemkab Lambar, mampu menjadi contoh bagi masyarakat pengelola budidaya ikan yang ada di Lambar sehingga dapat menunjang perekonomian masyarakat setempat. (edi/mlo)



Pos terkait