Perpal Jamin Wisata Lampung Patuhi Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Kegiatan Geliat Pariwisata Lampung yang digelar Perpal, Sabtu (15/8) - Foto Prima IP/mlo

Medialampung.co.id – Informasikan kepada wisatawan Luar Lampung bahwa Lampung siap untuk terima wisatawan, Perkumpulan Pelaku Pariwisata Lampung (Perpal) gelar Geliat Pariwisata Lampung, pada Sabtu (15/8).

Kegiatannya, melakukan simulasi protokol kesehatan untuk pariwisata dengan Diskusi bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Kesehatan, serta menggelar Konvoi  Bus dari Lambah Hijau-Kota Bandarlampung-Pantai Mutun- Lembah Hijau.

Diungkapkan Hafiz Ali Ketua Panitia, kegiatan ini dilakukan oleh Perpal yang berisi Biro Wisata, travel agent, pusat oleh-oleh, Tempat Wisata, PO Bus dan lainnya, yang tidak hanya berada di Bandarlampung, namun se Provinsi Lampung.

Tujuan diselenggarakan kegiatan ini menurutnya untuk menginformasikan kepada wisatawan luar Lampung,  bahwa Lampung siap untuk menerima Wisatawan  dengan mengedepankan protokol kesehatan. 

“Indikatornya seperti melakukan sosial distracting, lalu setiap wisatawan diberi Masker dan hand sanitizer, serta menjaga jarak antar wisatawan. Di PO Bus juga ada maksimal kapasitas, misal yang sebelumnya isi 50 orang sekarang diisi 30 orang,” tuturnya, Sabtu (15/8).

Dimana, selama Pandemi Covid-19 tentu sangat berdampak besar pada pelaku wisata, apalagi ketika seluruh tempat wisata tutup, tentunya tidak dapat dilakukan perjalanan wisata.

“Seperti pada Maret – Juli ini tempat wisata tutup, kami pelaku wisata harus alih profesi,” ungkapnya.

Dirinya pun menjamin kedepan siap melakukan protokol kesehatan, salah satunya dengan cara memberi kota ke tempat wisata.

“Ya misal kita kasih kuota setiap jam bisa masuk berapa gitu, lalu memberi kuota perjalan misal hari biasa kita bisa bawa ratusan wisatawan, saat ini kita batasi dengan hanya 60 wisatawan,” ucapnya.

Ditambahkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Lampung Melly Ayunda yang mengatakan pihaknya memantau pelaksanaan protokol kesehatan di lokasi wisata.

“Kita akan turun memantau itu, tentunya akan kita tegur jika didapati tidak menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.

“Teguran akan diberikan sebanyak tiga kali dan jika tidak ada perubahan maka kita arahkan objek wisata itu untuk ditutup,” tambahnya.

Disambung oleh Komisaris Taman Wisata dan Taman Satwa Lembah Hijau M Irwan Nasution, ia menjelaskan pihaknya selalu mensosialisasikan kepada pengunjung yang mendatangi taman wisata.

“Kita melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada pengunjung. Hal itu juga dibantu oleh pemerintah setempat baik dari pemkot maupun pemprov,” ucapnya.(pip/mlo)



Pos terkait