Perselingkuhan Berujung Maut

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Diduga karena dendam, Nasir bin Rahman (35), warga Kampung Negara Sakti Kecamatan Pakuan Ratu Waykanan ditikam berkali-kali oleh Sudir bin Jongker, warga yang tinggal sekampung dengannya pada Kamis (10/12) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Nasir pun akhirnya meninggal dunia karena kehilangan banyak darah akibat dari 7 luka besar di tubuh bagian belakangnya, satu tebasan di leher, satu luka memanjang di punggung kanan, luka memanjang di punggung kiri, satu di pinggang, dan satu di bawah pinggang akibat sabetan senjata tajam.

Bacaan Lainnya


Peristiwa mengenaskan tersebut tersebar luas melalui WhatsApp, sehingga membuat masyarakat Waykanan yang sedang menunggu hasil pilkada menjadi semakin was-was, namun dari hasil keterangan beberapa narasumber di lapangan, diduga memang ada dendam pribadi antara korban dan pelaku.

Menurut informasi yang diterima medialampung.co.id, istri pelaku diduga berselingkuh dengan korban dan pernah dipergoki korban, namun saat itu ada perdamaian antara keduanya.

“Kalau tidak salah pelakunya Sudirman orang berasal dari Sumpuk (Tulung Buyut), yang saat ini bekerja sebagai penyadap karet, waktu itu Sudirman pernah memergoki istrinya sedang selingkuh dengan korban, tetapi bisa damai dengan uang Rp 18 juta, akan tetapi sore ini mungkin terjadi masalah baru dan Sudirman yang memang masih dongkol langsung membacok Nasir,” ujar Ijon, warga setempat.

Terpisah, Aliun, Kepala Kampung Negara Sakti membenarkan kejadian tersebut, dimana menurut Aliun bahwa saat kejadian korban yang merupakan salah satu Anggota Panwas setempat sedang mencuci motor sepulang dari melaksanakan tugas selaku panwas, diduga pelaku memang sudah ada di tempat dan langsung menujah korban dari belakang secara membabi buta.

“Korban itu kebetulan masih ponakan saya sendiri, dia ditujah oleh pelaku bukan menggunakan laduk melainkan dengan pisau garpu, dan sekarang pelaku masih dalam kejaran Aparat Polsek Pakuan Ratu,” ujar Aliun.

Pernyataan Aliun dibenarkan oleh Kapolsek Pakuan Ratu AKP Rifki Basyori, dimana menurut Rifki, pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap tersangka.

“Untuk penyebabnya masih kami selidiki dan masih diperdalam, kami sedang fokus untuk mengejar pelaku, mohon doanya,” tegas AKP Rifki Basyori.

Sementara itu, Camat Pakuan Ratu Hi. Edi S. membantah bila kejadian tersebut ada hubungannya dengan pelaksanaan pilkada yang baru saja berlalu.

“Bukan karena pilkada infonya karena dendam akibat pelaku menduga korban berselingkuh dengan istrinya, tapi maaf ini baru info,” ujar Edi.(wk1/mlo)




Pos terkait