Persoalan BUMPekon Fajar Agung Diklaim Selesai

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Persoalan alokasi anggaran Badan Usaha Milik Pekon (BUMPekon) Fajar Agung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) yang sebelumnya di persoalkan lantaran selama dua tahun anggaran tepatnya pada periode 2016-2017 pengurus BUMPekon mengaku tidak menerima perguliran anggaran dari pemerintah pekon diklaim telah clear.

Hal itu berdasarkan hasil pertemuan antara tim Pemerintah Kecamatan Belalau, dengan seluruh jajaran pengurus BUMPekon Fajaragung yang di pimpin oleh Camat Belalau Sri Handayani, S.H, Selasa (22/10).

Bacaan Lainnya



“Dari hasil pertemuan, intinya hanya ada miss komunikasi antara ketua dan jajaran pengurus BUMPekon, karena pada tahun anggaran 2016-2017, saat itu BUMPekon belum memiliki nomor rekening, sehingga penyaluran dana masih dilakukan secara manual, kemudian pada tahun 2018 baru di transfer melalui rekening,” kata Sri.

Miss komunikasi yang dimaksud, kata Sri, dalam pengelolaan anggaran tersebut, ketua BUMPekon dinilai kurang aktif dalam kegiatan usaha yang bergerak di bidang pengadaan alat pertanian sehingga berdampak pada ketidaktahuan sistem perkembangan usaha.

“Memang kalau ada rapat pengurus, ketua BUMPekon ini jarang hadir, sehingga akhirnya tidak tahu sudah seperti apa perkembangan usahanya. dan itu pun sudah di akuinya,” imbuhnya.

Sehingga, setelah dinyatakan clear, rencananya besok ketua BUMPekon, bendahara BUMPekon serta Pj Peratin pekon setempat diminta untuk melapor ke Inspektorat. “Mereka sudah saya minta untuk menghadap Inspektorat, untuk menyampaikan laporan hasil pertemuan hari ini,” imbuhnya.

Sementara, saat di singgung terkait pengakuan ketua BUMPekon yang sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menerima perguliran dana untuk tahun 2016-2017. Menurutnya, hal itu telah diakui sebagai kesalahan ucapan karena ketidaktahuannya.

“Sebelumnya sudah kami konfirmasi juga apa alasan ia untuk mengeluarkan keterangan bahwa pihaknya tidak menerima anggaran BUMPekon selama dua tahun, dia (Sumalik) mengaku hanya salah bicara karena dirinya sudah terlanjur miss komunikasi dengan anggota,” kata dia.

Hal itu juga, kata dia, dijamin oleh Pemerintah Pekon Fajaragung yang memiliki laporan pertangungjawaban anggaran yang lengkap, baik untuk alokasi anggaran tahun 2016 maupun tahun 2017.

“Kami pastikan SPj-nya lengkap, baik tahun 2016 maupun 2017. Artinya  bisa kita pastikan bahwa dana ini sudah tersalurkan dari pemerintah pekon ke rekening BUMPekon,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua BUMPekon Fajaragung Sumalik saat dikonfirmasi juga mengaku bahwa persoalan tersebut telah selesai, terkait statemen yang sebelumnya ia sampaikan mengenai  tidak tersalurkannya anggaran BUMPekon ke pengurus menurutnya itu disampaikan atas dasar ketidaktahuan.

“Sebetulnya kami dari pengurus BUMPekon terutama saya sebagai ketua, tidak tahu bagaimana sistem maupun proses pengelolaan BUMPekon ini, mungkin karena kurangnya pelatihan. Termasuk harusnya ada laporan selama 6 bulan sekali, kami pun baru tahu setelah adanya pertemuan dengan pemerintah kecamatan hari ini. sehingga persoalan ini sudah clear dan saya menarik lagi ucapan saya sebelumnya karena saat ini semuanya sadah selesai dan jelas,” singkat dia.(edi/lus/mlo)



Pos terkait