Perumahan Bukit Bilabongjaya Kembali Terendam

  • Whatsapp
Perumahan Bukit Bilabongjaya Kelurahan Bilabongjaya Kecamatan Langkapura terendam setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras, Jumat (5/6).

Medialampung.co.id – Kerusakan drainase di lingkungan Perumahan Bukit Bilabongjaya, Kelurahan Bilabongjaya, Kecamatan Langkapura, Banbandarlampung menjadi pemicu banjir di wilayah setempat, Jumat (5/6). Akibatnya, sejumlah rumah warga dan badan jalan terendam dengan ketinggian air hingga sebetis orang dewasa.  

Lurah Bilabongjaya, Suparyadi mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut dan mengajukan usulan perbaikan drainase yang rusak kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung. 

Bacaan Lainnya



”Kejadian seperti ini (banjir) sudah beberapa kali terjadi, dan sudah kami laporkan ke pihak BPBD, namun kerusakan drainase itu belum bisa ditangani petugas karena harus dilakukan pengecekan lokasi lebih dulu,” ujarnya. 

Lanjut Suparyadi, rusaknya drainase di Jln. Cendana Lima Jalur Dua Bilabongjaya itu, karena derasnya aliran air bercampur sampah dari daerah Bukit Sakura dan menyumbat saluran air tersebut. 

Suparyadi mengaku sudah mengingatkan warga yang rumahnya berdekatan dengan drainase itu agar tidak membuang sampah dalam saluran air tersebut.

Terusnya, petugas dari BPBD Bandarlampung sudah pernah melakukan normalisasi saluran air setempat, dan bisa dibilang sampah hampir sudah tidak ada lagi sejak saat itu, namun karena debit air tinggi sehingga pondasi bangunan tersebut terus tergerus. Alhasil, setelah beberapa lama kemudian, kembali mengalami pendangkalan akibat tebalnya tanah di dasar drainase.

“Itu juga terjadi karena penggundulan tanah di wilayah Bukit Sakura, dan hampir tidak ada resapan air di bukit itu sehingga air dari atas mengalir ke perumahan Bukit Bilabong,” ungkapnya.

Suparyadi berencana, Minggu (8/6) menggerakkan masyarakat Bilabongjaya untuk melakukan gotong-royong memperbaiki sementara drainase tersebut guna meminimalisasi luapan air saat hujan deras mengguyur, sembari menunggu adanya penanganan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BPBD Bandarlampung. (*/mlo)



Pos terkait