Perusahaan Respon Protes Pembangunan SPBU Kebuntebu

  • Whatsapp
ilustrasi

Medialampung.co.id – Protes terkait rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Satu Harga Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tepatnya di Pemangku Simpangraya, Pekon Muarajaya II, bukan merupakan keluhan, apalagi penolakan. Hanya bentuk kekhawatiran akan dampak lingkungan. 

Camat Indrayani, M.Pd., menyebutkan pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan, koordinasi dengan pihak pekon, atas protes beberapa warga pada rencana pembangunan SPBU tersebut. 

Bacaan Lainnya



Dimana dari hasil penyerapan aspirasi tersebut pada dasarnya warga sangat mendukung pembangunan SPBU tersebut, karena dengan adanya SPBU, maka warga lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Namun, memang ada beberapa warga yang punya lahan di sekitar lokasi pembangunan meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan tentang pembangunan tersebut termasuk pemahaman akan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap lingkungan. 

Dan harapan itu mendapat respon positif dari pihak perusahaan dengan akan memberikan pemahaman terkait amdalnya.

“Apa yang diharapkan warga telah direspon pihak perusahaan untuk melakukan koordinasi termasuk penyampaian tentang Amdalnya, agar warga juga memahami,” ungkapnya.

Lanjut Indra apa yang menjadi kekhawatiran warga sangat dimaklumi, karena memang selama ini ada warga yang memiliki usaha di bidang penjualan BBM, secara otomatis dengan pembangunan SPBU usaha yang ditekuni akan terkena imbasnya.

Namun demikian tentunya pihak perusahaan sudah memiliki solusi agar sama-sama berjalan. 

“Kita yakin pihak perusahaan punya solusi terkait antisipasi atau pencegahan dampak lingkungan, karena pembangunan SPBU Satu Harga ini merupakan program skala nasional,” ujar pihaknya. 

Karena itu Indra berharap agar masyarakat lebih optimis dalam menanggapi rencana itu demi kemaslahatan bersama. (rin/mlo)



Pos terkait