Pesta Pernikahan Masih Gunakan Organ Tunggal, Peratin dan Camat Harus Tegas

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satuan Tugas (Satgas), Penanganan dan Pencegahan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) minta seluruh pemangku kepentingan di tingkat pekon dan kecamatan agar lebih aktif melakukan pengawasan kegiatan masyarakat terutama yang berkaitan dengan pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19.

Sekretaris Satgas Covid-19 Pesbar, Syaifullah, S.Pi., mengatakan pihaknya sudah menekankan kepada peratin dan camat agar dapat mematuhi instruksi bupati terkait pelaksanaan pernikahan di masing-masing wilayah.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan instruksi bupati itu, pesta pernikahan tidak boleh menggunakan hiburan organ tunggal, undangan yang datang dan masuk ke dalam lingkungan resepsi harus dibatasi yakni 25 persen atau paling banyak 50 orang,” kata dia.

Dijelaskannya, dalam praktek dilapangan, Satgas Covid-19 Kabupaten Pesbar masih menemukan ada pesta pernikahan yang tidak mengindahkan instruksi tersebut, itu artinya tidak ada ketegasan dari peratin dan camat.

“Dalam instruksi itu sudah jelas bahwa tidak boleh ada hiburan organ tunggal karena akan menimbulkan kerumunan, namun dalam sejumlah wilayah masih ada yang tidak mematuhi instruksi tersebut dan langsung kita bubarkan,” jelasnya.

Menurutnya, Satgas Covid-19 Kabupaten Pesbar telah meminta Peratin dan Camat di wilayah masing-masing agar dapat menyampaikan instruksi bupati tersebut ke masyarakat luas, sehingga semua dapat mematuhinya.

“Seluruh warga yang akan melaksanakan resepsi pernikahan tidak menggunakan organ tunggal, menyediakan tempat cuci tangan, mewajibkan panitia dan undangan memakai masker, mengatur kursi undangan dengan jarak satu meter dan memastikan kapasitas ruangan terisi hanya 25 persen,” terangnya.

Ditambahkannya, instruksi bupati merupakan perintah langsung agar ditegakkan tanpa pandang bulu. Ada sanksi bagi Peratin dan Camat yang tidak mengindahkan instruksi bupati dimaksud.

“Bila peratin atau camat tidak sanggup melarang segera melaporkan rencana resepsi itu ke koordinator penegakan disiplin prokes yakni Kasatpol PP Kabupaten Pesbar,” ujarnya.

Pihaknya berharap, tidak ada peratin atau camat yang sengaja melindungi warganya untuk tetap menggelar pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Panitia Pesta pernikahan juga harus memperketat protokol kesehatan, jika ada tamu undangan yang tidak mematuhi protokol kesehatan agar tidak diperkenankan masuk,” pungkasnya. (ygi/d1n/mlo)


Pos terkait