Petambak Udang Tidak Taat Aturan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), memastikan penerapan perda No.8/2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada akhir November mendatang akan tetap dilaksanakan.

Bahkan DPMPTSP tidak akan mengeluarkan perpanjangan izin keberadaan usaha budidaya ikan air payau atau tambak udang yang berada di zona pariwisata, mulai dari Kecamatan Ngambur hingga Kecamatan Lemong.

Bacaan Lainnya



Kepala Dinas PMPTSP Drs. Jon Edwar, M. Pd., mengatakan seharusnya seluruh tambak udang yang da di Kecamatan Pesisir Selatan, Kecamatan Ngambur dan Kecamatan Lemong tidak lagi beroperasi setelah ada surat peringatan yang dikeluarkan.

“Namun, kenyataannya di lapangan, sebagian besar tambak udang masih beroperasis, bahkan ada tambak udang yang baru tebar benih, hal itu artinya hingga waktu penerapan Perda RTRW itu dipastikan masih ada tambak udang yang beroperasi,” kata dia.

Dijelaskannya, peringatan terkait penerapan Perda RTRW itu sudah disampaikan sejak dua bulan lalu, seharusnya tambak udang yang sudah melkukan panen dalam kurun waktu dua bulan itu tidak lagi diperkenankan menebar benih.

“Kita tidak tahu alasan petambak sampai tidak mentaati peraturan yang ada, bahkan di dalam Perda itu sudah jelas, jadi tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena Perda yang disahkan tetap akan diterapkan,” jelasnya.

Menurutnya, terkait penerapan Perda nantinya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, karena penerapan Perda  itu tidak hanya dilakukan oleh DPMPTSP saja.

“Penerapan Perda tidak bisa kita lakukan sendiri, melainkan akan dilakukan bersama dengan DPUPR, Satpol-PP selaku penegak Perda dan OPD terkait lainnya,” ujarnya.

Pihaknya berharap, seluruh petambak yang ada di zona pariwisata berdasarkan Perda RTRW dapat mendukung penerapan Perda tersebut, sehingga penerapan Perda berjalan dengan lancar.

“Kita harap dalam penerapan Perda itu nantinya dapat berjalan dengan lancar, karena dukungan dari pemilik tambak sangat diharapkan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam penerapannya,” tandasnya. (yog/mlo)



Pos terkait