Petani Singkong di Lampura Harapkan Normalisasi Harga

  • Whatsapp
Aktifitas bongkar muat di salah satu lapak singkong berada di Kabupaten Lampura.

Medialampung.co.id –  Masyarakat Kabupaten Lampung Utara (Lampura), khususnya para petani singkong setempat, mengharapkan agar pemerintah dapat menormalisasi harga beli singkong di tingkat pabrik maupun lapak penampungan singkong.

Hal tersebut dikatakan, Hairul Anuwar (51) salah seorang petani singkong berdomisili di Kecamatan Kotabumi. Ia mengharapkan agar, harga jual singkong dapat normal, seperti tiga tahun sebelumnya yakni kisaran Rp1.300 per kilogramnya.

Bacaan Lainnya

Sementara, kata dia, harga saat ini terpaut jauh yakni kisaran Rp825-Rp850/kilogramnya, baik di tingkat pabrik singkong maupun lapak penerima singkong tersebut.

“Kami berharap, agar harga singkong dapat mencapai Rp1.300/Kg. Minimnya ya Rp110/Kg, dan potongan hanya sebesar 10-15 % saja,” kata pria tiga anak itu.

Ketua Perkumpulan Petani Singkong Kabupaten Lampura, Rizky Apriyansyah Abung, juga mengharapkan hal yang sama.

Menurutnya, harga beli singkong di Kabupaten Lampura, sangat murah. Sehingga petani cukup kesulitan dengan harga tersebut. Mulai dari penggarapan lahan, penyediaan bibit, pupuk, hingga biaya pengeluaran masa panen, tidak sebanding dengan pendapatan.

“Terlebih, baik perusahaan penerima bahan baku singkong, saat ini menerapkan pemotongan mulai dari 20-27 %. Ini membuat kesulitan para petani singkong,” kata dia.

Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah daerah dapat bertindak, sehingga normalisasi harga singkong segera normal seperti tiga tahun lalu, berkisaran Rp1.300/Kg.

Terpisah, General Manager (GM) PT. TWBP Sinar Laut desa Kalicinta, Alimin mengaku, menerima harga singkong pada petani di Lampura, dengan harga Rp850/Kg. Sementara, untuk pemotongan hingga 20 % untuk jenis Thailand dan 15 % jenis singkong Kasesa.

“Kalau untuk pembatasan menerima singkong, kita tidak ada. Yang jelas 1 harinya kisaran 500-600 ton, sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” kata dia.

Ia mengakui, pada tiga tahun lalu, harga singkong hingga Rp.1.500/Kg-nya. Kendati demikian, pihaknya mengikuti kebijakan perusahaan pusat, menerima harga singkong Rp850/kg.

“Kita di sini, mengikuti instruksi dari pimpinan pusat. Harga maupun potongan seperti itu, sudah sama dengan perusahaan yang lainnya berada di Kabupaten Lampura,” terangnya.

Sementara Lapak Singkong Sahabat HYD berada di desa Pekurun Tengah Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampura, mengaku menerima singkong dengan kisaran Rp825/Kg. Untuk potongan, singkong Thailand 27 %, dan Kasesa 23 %.

“Kita hanya lapak singkong, untuk menerima harga beli dari petani, kita hanya kuatnya seperti itu. Kalau kita samakan dengan perusahaan, tentu kita akan merugi,” kata Tami, seraya mengatakan para petani singkong di wilayahnya, tidak keberatan dengan harga yang diterapkannya.(adk/ozy/mlo)




Pos terkait