Peternak Batukebayan Dilatih Membuat Pakan Fermentasi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Untuk membantu peternak yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pakan hijau. Tim pelaksana program inovasi desa (TPID) Kecamatan Batuketulis, Kabupaten Lampung Barat menghadirkan organisasi masyarakat pertaninan organik Indonesia (Maporina) Provinsi Lampung di Pekon Batukebayan, Jum’at (27/12).

Peratin Batukebayan, Murtoyo mengaku sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan itu, mengingat ditengah semakin sulitnya mencari pakan hijau bagi ternak, adanya pelatihan pembuatan pakan fermentasi itu dapat menjadi solusi baru bagi para peternak di wilayah setempat.

Bacaan Lainnya



“Mudah-mudahan materi dalam pelatihan ini dapat diaplikasikan oleh seluruh peternak, mengingat saat saat ini peternak kambing maupun sapi kerap dihadapkan dengan kesulitan mencari pakan hijau, mungkin musim penghujan ini efektif dilakukan, tapi kalau musim kemarau seperti sebelumnya tanah menjadi gersang sehingga sulit,” ungkap Murtoyo.

Menurutnya, pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi bagi peternak di wilayah itu lebih ditujukan agar peternak dapat mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah setempat pertanian yang dapat menghasilkan sumber pakan yang sehat dan begizi bagi ternak.

“Sebagai alternatif petani kami di ajarkan membuat pakan dari daun–daunan yang di olah dengan menggunakan dedak kopi, dedak padi, gula aren, air cucian beras serta sejumlah media pakan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Lasmin Bagong selaku pemateri mengatakan pembuatan pakan fermentasi sangat membantu petani dalam menekan jumlah pakan hijau, namun tidak mengurangi kadar gizi dan protein bagi hewan ternak.

“Pakan fermentasi memiliki kelebihan, karena kadar gizi seperti protein dapat ditingkatkan sehingga membuat pertumbuhan ternak menjadi lebih cepat selain itu kelebihan pakan tersebut dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama,” terangnya.

Sehingga, ia mengajak para peternak agar mulai mengaplikasikan teknologi tersebut guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat mengingat dalam pembuatan pakan lebih menghemat waktu dan lebih efisien.

“Pakan fermentasi kini telah banyak  digunakan oleh para peternak besar, selain untuk mengantisipasi kelangkaan pakan terutama saat kemarau, tentu ini menjadi upaya untuk menghemat biaya dan waktu,” pungkasnya.(edi/mlo)



Pos terkait