Peternak Unggas Diminta Waspadai Serangan Flu Burung

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id Dinas Pertanian (Distan), Kabupaten Peisir Barat (Pesbar), mengimbau seluruh peternak mewaspadai serangan penyakit flu burung yang menyerang unggas masyarakat di kabupaten setempat.

Kabid Peternakan Mesrawan, S. STP, M. Si., mendampingi Kadistan Pesbar Ir. Muhammad Aziz, melalui Kasi Keswan Kesmavet drh. Putri Mustika, mengaku pihaknya telah menerima laporan ada unggas yang mati mendadak, tapi tidak dapat diperiksa karena langsung di bakar oleh pemiliknya.

Bacaan Lainnya



“Ada laporan dari masyarakat ada unggas yang mati secara mendadak, karena langsung dibakar oleh pemiliknya, jadi kita tidak bisa melakukan pemeriksaan sehingga tidak bisa dipastikan apakah terjangkit flu burung atau tidak,” kata dia.

Dijelaskannya, saat kondisi cuaca seperti sekrang, virus flu burung akan lebih mudah menyerang unggas, apalagi unggas yang tidak mendapatkan perawatan yang maksimal dan diliarkan.

“Penyakit flu burung merupakan penyakit menular, tidak hanya kepada sesama unggas melainkan bisa menular ke manusia jika mengonsumsi unggas yang sudah terjangit flu burung atau melakukan kontak dengan unggas itu,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk mengantisipasi ada serangan flu burung terhadap unggas itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang memiliki unggas agar tidak diliarkan, dan menjaga kandang agar tetap bersih, salah satunya seperti menyiram dengan desinfektan atau detergen.

“Kita juga menyarankan agar masyarakat memvaksin unggasnya ketika sehat, tidak mencampur unggas sakit dengan yang sehat, tidak membuang bangkai unggas ke sungai. Jika ada kematian unggas agar dikubur atau dibakar,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya siap memberikan pemeriksaan kepada unggas masyarakat yang sakit, dan memberikan pelayanan kesehatan pada unggas yang sehat agar tidak mudah terjangkit.

“Jika ada permintaan kita pastikan turun kelapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan pada unggas masyarakat, selain itu jika ada unggas yang mati mendadak kita harapkan tidak langsung dibakar agar bisa kita  pemeriksa terlebih dahulu agar kita tahu apa penyebab mati nya unggas itu,” tandasnya. (ygi/d1n/mlo)



Pos terkait