PGRI Pringsewu Berharap Anggotanya Segera Divaksin

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Meski berharap pendidik dan tenaga kependidikan dapat mendapatkan vaksinasi Covid-19, namun untuk pelaksanaannya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pringsewu menyerahkan sepenuhnya pada pihak terkait yang menanganinya.

“Kami ya inginnya dapat segera divaksinasi. Tapi kami tetap patuh pada jadwal yang ditetapkan oleh pihak yang menangani,” ungkap ketua PGRI Pringsewu Sakijo. 

Bacaan Lainnya


Menurutnya dari 2 ribuan anggotanya khususnya dari pendidik TK sampai SMP belum divaksinasi.

“Saat ini memang pembelajaran belum tatap muka langsung,” ungkapnya.

Meski demikian guru tetap datang ke sekolah, mengingat setelah materi pembelajaran dilakukan dengan luring, siswa kembali mengumpulkannya ke sekolah.

Sementara itu terkait vaksinasi untuk guru kepala dinas pendidikan Pringsewu Hipni SE beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Dinkes Pringsewu.

“Kami ikut ketentuan yang ditetapkan Dinkes,” akunya. Untuk diketahui Dinas pendidikan kabupaten Pringsewu hingga kini belum dapat memutuskan apakah Juli mendatang dapat menggelar pembelajaran tatap muka langsung untuk siswa SD dan SMP di kabupaten setempat. 

“Kita belum dapat memastikannya kapan belajar tatap muka langsung dapat dimulai,” terang Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Pringsewu Hipni SE. 

Menurutnya meski Mendikbud telah memberikan sinyal tatap muka langsung di bulan Juli namun  mantan kepala Bapenda Pringsewu itu memaknai hal ini bersifat elastis. Dimana penerapannya menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

“Yang dikatakan Pak Mentri saya rasa melihat kondisi masing masing wilayah tak disamaratakan,” ungkapnya.

Untuk Pringsewu sendiri lanjut Hipni belum dapat memastikan waktu dimulainya pembelajaran tatap muka langsung mengingat masih terus bertambahnya warga yang positif terkonfirmasi.

“Kita belum berani mengambil resiko,” terangnya. Pihak Disdik dikatakan Hipni tetap melaksanakan evaluasi. Termasuk juga menyiapkan simulasi  bila sewaktu waktu telah memungkinkan digelarnya pembelajaran tatap muka langsung.(sag/mlo)




Pos terkait