Pilkada Waykanan, Akankah Petahana Hanya Melawan Tabung Kosong?

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Semakin dekatnya tanggal pendaftaran Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah di Waykanan, secara tidak langsung berimbas pada Konstelasi politik di kabupaten setempat, walaupun berbeda kepentingan, disaat Pasangan Arjuna masih berjuang keras untuk mendapatkan Perahu, Adipati Surya,  sang Petahana hingga Selasa (25/8), masih belum menentukan pasangannya, sementara  pelamarnya bertambah banyak.

“Menurut saya kondisi ini sangat menarik dan itulah masalah politik memang selalu menarik untuk diperbincangkan, karena itu pula orang-orang yang akan terjun ke dunia politik tentu akan berpikir ulang sebelum melangkah, seperti halnya pasangan Arjuna mestinya saat ini sudah tidak lagi berburu Perahu melainkan sudah mempersiapkan strategi pemenangan tetapi nyatanya pendukungnya masih harap-harap cemas, mirisnya petahana walaupun telah di gembar-gemborkan memiliki pasangan sebagai pengganti Edward Anthony, namun hingga detik ini belum juga mau menyampaikan pasangan yang ia pilih itu kepada publik, lagi-lagi itu tentu karena masalah politik,” ujar Baharuzaman, SH. Pengamat sosial setempat.

Bacaan Lainnya



Lebih jauh Baharuzaman mengatakan, belum maunya Adipati Surya menyampaikan ke publik tentang pasangannya mungkin karena dia ingin mengetahui apakah calon kompetitornya berhasil mendapatkan Perahu atau tidak, sebab bila saja sang calon kompetitor tidak mendapatkan Perahu maka siapapun yang akan digandeng oleh Adipati maka dipastikan petahana akan tetap memenangkan Pilkada.

“Memang ada aturan yang menyatakan Pilkada melawan tabung kosong itu pemilihnya yang datang harus memenuhi persentase tertentu, akan tetapi bagi petahana tentu hal itu tidak sulit karena dia akan mampu menggerakkan instrumen yang ia miliki selama ini, karena itu pula ia masih memastikan akankah akankah sang lawan mendapatkan Partai pengusung ataukah tidak,” Imbuhnya.

Terpisah, Anuar Syarupudin, tokoh pemuda Waykanan menambahkan, konstelasi politik Waykanan saat ini mengarah pada kemunduran Demokrasi.

“Kalau memang Pilkada Waykanan terjadi petahana melawan tabung kosong, maka itulah tanda-tanda mundurnya demokrasi di Waykanan dan juga Provinsi Lampung pada umumnya, dan itu juga saya rasa bukan hal yang baik bagi partai politik dan masyarakat kita,” ujar Anuar.

Pernyataan Anuar Syaripudin dan Baharuzaman tersebut adalah untuk menyikapi tentang opini yang ada di tengah masyarakat bahwa Pilkada Waykanan akan terjadi petahana melawan tabung kosong, dimana tanda-tanda hal itu nampak terlihat belum juga cukupnya partai pendukung yang akan mengusung pasangan Arjuna maju dalam pilkada.

Namun demikian Raden Adipati Surya yang merupakan calon petahana dalam pilkada Waykanan jauh-jauh hari sudah menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menciptakan tabung kosong melainkan apabila hal itu terjadi karena memang partai politik melihat realita keberhasilannya dengan almarhum Edward Anthony dalam memimpin Waykanan selama ini.(wk1/mlo)



Pos terkait