Pimpinan Ponpes As-Sunnah Ajak Santri Berwisata di Masa PPKM Darurat?

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Hingga Jumat (23/7) sore, Polsek Blambangam Umpu menyatakan belum ada tersangka dan masih melakukan penyelidikan atas meninggalnya tiga orang santriwati Pondok Pesantren As-Sunnah Kampung Bumi Baru di Curup Way Kawat, salah satu Destinasi wisata di Kampung Gunung Sangkaran Kecamatan Blambangan Umpu pada Kamis (22/7) kemarin. 

“Tidak ada tersangka, untuk sementara ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolsek Blambangan Umpu, Kompol Edi Saputra mendampingi Kapolres AKBP Binsar Manurung. 

Bacaan Lainnya

“Hingga kini kami masih pulbaket, mohon kesabarannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu Abdullah Chandra Kurniawan mengaku menyerahkan sepenuhnya persoalan meninggalnya tiga orang santriwati pondok pesantren As-Sunnah yang ada di kampungnya. 

“Terus terang pihak ponpes itu tidak terbuka, akan tetapi saya yakin Bapak Polisi dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, mereka itu ahlinya, dan saya selaku kepala Kampung menegaskan kembali agar semua warga dapat mematuhi Surat Edaran (SE) Bupati dan bagi yang melanggar dalam SE itu juga jelas ada sanksi pidananya,” ujar Chandra. 

Terpisah, Kepala Kampung Gunung Sangkaran, Juanda menegaskan bahwa pihaknya telah menutup tempat rekreasi Curug Way Kawat sejak Bupati Waykanan mengeluarkan surat edaran tentang penutupan tempat-tempat keramaian dan destinesia destinasi wisata. 

“Destinasi wisata Curug Way Kawat itu memang berada di pinggir jalan umum akan tetapi kami pemerintah kampung dan pengelola Curug tersebut sejak Bapak Bupati mengeluarkan surat edaran langsung menutupnya sehingga saya juga merasa aneh mengapa pimpinan pondok pesantren tersebut mengizinkan santrinya ke Curug Way Kawat, bahkan dari informasi yang saya dapatkan dari warga bahwa beberapa hari sebelumnya hampir semua santri laki-laki pondok pesantren tersebut juga masuk untuk rekreasi atau makan makan bersama disana,” beber Juanda.

Diterangkan bahwa sejak sejumlah wilayah di Waykanan dinyatakan zona merah Covid-19, Bupati Raden Adipati Surya langsung mengeluarkan surat edaran tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan melarang warganya untuk berkumpul ataupun melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan serta memerintahkan semua destinasi wisata agar ditutup mirisnya pimpinan pondok pesantren As-Sunnah, Zainul, diduga justru mengizinkan dan bahkan bersama-sama dengan para santrinya berekreasi ke Curug Way Kawat.(sah/mlo)


Pos terkait