PkM Unila dan Pekon Wonodadi Launching SIAP 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Untuk pelayanan administrasi pemerintahan, warga Pekon Wonodadi Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu kini semakin dimudahkan. 

Menyusul diluncurkannya SIAP yakni sistem administrasi pelayanan yang dikembangkan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Lampung bersama aparatur Pekon Wonodadi, Selasa (15/6).

Bacaan Lainnya

Mengusung smart services dengan teknologi informasi di manapun masyarakat berada tetap dapat mendapatkan pelayanan. Di antaranya pembuatan surat keterangan domisili, surat keterangan usaha, serta layanan lainnya.

Dibawah pendampingan Tim PkM Ilmu Komputer FMIPA Unila dipimpin Didik Kurniawan, Anie Rose Irawati, Dwi Sakheti, dan Favorisen R Lumban Raja kini Program yang digulirkan sejak 2020 telah memasuki tahun kedua.

Banyak hal yang telah dicapai guna mewujudkan pekon Wonodadi sebagai Smart Village (desa/pekon pintar).

“Kegiatan utama yakni mendampingi aparat desa ini kedepan menjadi smart village yang kita ambil istilahnya dari smart city,” jelas ketua tim PkM ilmu komputer FMIPA Unila Didik Kurniawan.

Lanjutnya konsep tersebut dirancang dengan pendampingan selama tiga tahun.

“Ini tahun kedua. Respon masyarakat dan aparat pekon cukup baik dibuktikan dengan support yang diberikan,” bebernya.

Pada saat launching program tersebut di depan aparatur pekon, BHP tokoh masyarakat dan lainnya Didik juga memaparkan harapan kedepan yang mampu diraih. Utamanya kemudahan kemudahan yang didapat masyarakat di bidang pelayanan.

“Teknologi informasi suatu keniscayaan dan harus dikuasai. Mungkin bagi generasi seusia kita masih terkesan merepotkan tapi kedepan di masa anak anak kita sangat dimudahkan,” urainya.

Untuk lebih memaksimalkan program tersebut selanjutnya akan ada pelatihan bagi aparatur pekon, dari sisi administrasi keuangan, umum dan lain sebagainya. Sehingga kedepannya administrasi pekon Wonodadi yang sudah baik akan lebih baik lagi.

Tak hanya itu di tahun ini juga lanjut Didik untuk mewujudkan smart village akan ada program pendampingan bagi UMKM. Sehingga para pelakunya selain dapat tertib administrasi juga lebih berkembang usahanya melalui penasaran digital. 

“Meski program ini berakhir, kita juga akan tetap membantu. Sekaligus nantinya kami berharap pekon ini menjadi percontohan bagi yang lainnya,” harap Didik.

Sementara itu baik kepala pekon Wonodadi Priyono maupun camat Gadingrejo Joko Hermanto MM sangat antusias menyambut baik program PkM ilmu komputer FMIPA Unila Kemenristek Dikti tersebut.

“Program ini harus kita dukung, baik BHP serta kita semua untuk meneruskannya ke masyarakat. Jangan di sia siakan,” ajak Priyono.

“Kesan saya ini luar biasa. Karena mau tak mau kita harus berhadapan dengan kemajuan IT yang tentunya lebih memudahkan. Hal ini juga dapat di contoh pekon lainnya di Gadingrejo,” pesan camat Gadingrejo Joko Hermanto MM, seraya berharap akan ada program serupa untuk pelayanan dasar lainnya.(sag/mlo)




Pos terkait