Ploting Proyek 10 Miliar untuk DPRD Lamsel

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pernah menjadi dan masuk bagian di tim sukses pencalonan Zainudin Hasan sebagai Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Rusman Effendi Direktur CV Berkah Abadi mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapat jatah proyek.

“Memang dari awal kami yang tergabung dalam tim sukses mendapatkan proyek dengan nilai pagu sebesar Rp50 miliar,” katanya, Rabu (31/3).

Bacaan Lainnya

Rusman menuturkan, dirinya mendapatkan pekerjaan itu ketika setelah berkenalan dengan Kadis PUPR Hermansyah Hamidi di tahun 2016. Tepatnya di rumah pribadi Zainudin Hasan. 

“Kami memang tim sukses dan pemenangan Zainudin Hasan ini silaturahmi dengan beliau. Tapi kebetulan ketika dirumah itu ada beberapa kadis yang juga ikut datang kesana,” kata dia.

Menurut Rusman, yang datang tersebut yakni Ali Sofian, Ahman Sofian, ketua partai pengusung ada dari PDI, PKS. “Kalau dari partai itu ada Agus BN, Hendri Rosadi, Antoni Imam. Dan juga dari NasDem lalu Hanura untuk kedua namanya saya kurang paham,” jelasnya.

Usai pertemuan itu, dirinya pun mengungkapkan bahwa mendapat perintah untuk mendata bagi tim pemenangan, wartawan, ormas dan LSM. “Untuk dapat jatah pekerjaan. Itu di tahun 2017. Saya pun mencatat siapa-siapa saja. Atas perintah Zainudin Hasan dan Hermansyah Hamidi itu catatannya saya serahkan ke Syahroni,” bebernya.

Rusman pun menjelaskan bahwa nama-nama yang dicatat itu nantinya akan mendapat pekerjaan. Salah satu bentuk kepedulian Zainudin Hasan. Tapi semua nama-nama itu tak semua mendapatkan proyek. “Ada sebagian yang di telpon oleh orang Dinas PUPR,” jelasnya.

Rusman pun menerangkan yang mendapatkan yakni Iskandar, Irul, Yuliza, Rudi Topan, Nur Husin, Tomi Meredian, Mamat Rahmat, Qairul, Hartawan, dan Syaifullah Musa. “Untuk di tahun 2017 memang banyak nama. Kami di ploting Rp50 miliar. Tapi di dalam perjalanannya sebelum dilakukan lelang ditarik kembali Rp10 miliar, diperuntukkannya itu untuk DPRD Lamsel. Itu penjelasan Herman,” ujarnya.

Lalu untuk 10 miliar sendiri gagal lelang. Dikarenakan tak mencapai waktu yang sudah ditentukan. “Jadi kami cuma dapat pagu 30 miliar saja. Diawal tak dibebani fee. Tapi di pertengahan jalan malah diminta. Sekitar 20 %. Ditambah 1 % untuk panitia,” katanya.

Atas penetapan fee itu pihaknya pun mengaku keberatan. “Saya sampaikan langsung ke Herman. Tapi dia bilang ikuti saja. Nanti kalau enggak diikuti dapat masalah. Itu pun disampaikan Agus BN ke kami. Ya kami nggak ada pilihan lain dan menyetorkan fee sebesar Rp5 miliar. Dan diserahkan ke Syahroni,” pungkasnya. (*/mlo)




Pos terkait