Plt. Kakan Kemenag Jadi Keynote Speaker Seminar Online Guru Madrasah

  • Whatsapp
Plt Kepala Kemenag Lambar, Maryan Hasan

Medialampung.co.id – Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Barat, Maryan Hasan S.Pd.i, M.Pd.I, menjadi Keynote Speaker pada seminar online guru Madrasah , Selasa (7/7/2020).

Kegiatan yang bertema “Sosialisasi Regulasi Pembelajaran Madrasah di Era Kenormalan” ini dipaparkan oleh tiga narasumber yakni Kasi Pendidikan Madrasah Pirdaus Sabli, M.Pd.I, Pengawas Madrasah Siti Romadiyah, S.Ag., M.Pd.I, Ketua MGMP Bahasa Indonesia MTs Lambar Desembri, M.Pd.

Bacaan Lainnya



Dalam paparannya, Plt Kepala Kemenag Lambar, Maryan Hasan menyampaikan bahwa Webinar Pokjawas yang mengambil tema “Sosialisasi Regulasi Pembelajaran Madrasah di Era Kenormalan” sangat menarik dibincangkan, karena terdapat empat materi penting yang diperbincangkan yaitu Pengelolaan Madrasah di masa pandemi Covid -19, SOP pelaksanaan pembelajaran kenormalan baru, Sosialisasi Penyusunan RPP regulasi baru serta efektivitas pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan.

“Sesuai tujuannya, pendidikan madrasah berkomitmen untuk mengantarkan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, berkepribadian, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,”ungkapnya.

Selanjutnya mengubah sistem manajemen dan birokrasi pendidikan di Madrasah,guru harus banyak belajar jangan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, disinilah peran penting Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP dalam berbagi saling Sharing pengalaman belajar.

Selain itu, kata dia, urgensi pengawas madrasah menjadi sangat penting untuk membimbing, memberi masukan dan mensupervisi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) guru binaannya.Karena dengan begitu, pihaknya berharap agar para lulusan madrasah melahirkan sosok Pribadi muslim beriman, bertakwa dan berakhlak mulia yg memiliki kompetensi bidang keislaman, memiliki kompetensi bidang iptek, estetika, dan orkes serta memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan untuk bekal hidup di masyarakat.

“Untuk mewujudkan sosok lulusan Madrasah itu dibutuhkan peningkatan kualitas kurikulum, ketenagaan serta sarana,” imbuhnya.

Sementara, Kasi Pendidikan Madrasah Pirdaus Sabli, dalam paparannya, menyampaikan bahwa sesuai SOP dalam pelaksanaan pembelajaran kenormalan baru bagi RA, MI MTs dan MA wajib menerapkan beberapa prinsip pembelajaran kenormalan baru terkait masa pandemi Covid-19 yaitu kesehatan dan keselamatan yang merupakan prioritas utama bagi peserta didik, pendidik. tenaga kependidikan dan semua warga satuan pendidikan.

“Pembukaan kembali RA/MI/MTs/MA mengikuti keputusan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung/Kantor dan mendapat rekomendasi Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten/Kota,” paparnya.

Selanjutnya, pembukaan kembali RA/MI/MTs/MA harus memenuhi standar protokol kesehatan. Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung/Pemkab dapat menutup kembali apabila ditemukan kondisi tidak aman pada RA MI, MTs dan MA tersebut.

“Selain itu, hanya wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona hijau (Level 1-aman) yang dapat melakukan pembelajaran tatap muka, dan itu ditetapkan atas permintaan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19,”imbuhnya.

Lebih jauh ia memaparkan bahwa . RA, MI, MTs dan MA agar menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan pembelajaran kenormalan baru dengan berpedoman pada Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

“ Dalam penyusunan SOP itu harus memperhatikan beberapa hal yaitu RA, MI, MTs, MA memastikan keadaan lingkungannya dalam keadaan bersih dan sehat dengan ketentuan menyiapkan titik tempat penurunan dan Penjemputan peserta didik dengan mengupayakan tidak terjadi penumpukan,”imbuhnya.

Kemudian, menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir beserta sabun cuci tangan (Hand Soap) di setiap depan ruang kelas dan kantor, Menyiapkan dan melakukan pengukuran suhu tubuh pada peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan tamu serta memastikan setiap peserta didik, pendidik. dan tenaga kependidikan memakai masker,”pungkasnya seraya menambahkan bahwa Peserta seminar ini diikuti sebanyak 150 orang, yang terdiri dari seluruh guru RA,MI, MTs dan MA negeri/swasta se Lambar.(edi/mlo)



Pos terkait