PMDT Provinsi Lampung Puji Pengelolaan Wisata oleh BUMPekon

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bidang Pengembangan Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung melakukan kunjungan ke 4 kecamatan di Lampung Barat, yaitu Kecamatan Waytenong, Kecamatan Airhitam, Kecamatan Gedungsurian dan Kecamatan Sumberjaya dalam rangka memberikan dukungan terhadap pengembangan pengelolaan pariwisata oleh Badan Usaha Milik Pekon (BUMPekon) yang ada di kecamatan tersebut. Rombongan Dinas PMDT tersebut terdiri dari Kabid Drs. Dorda, dan 3 orang Kasie yaitu Fahmutami, Nurbayti dan Helda Destiyana. Dan beberapa staf.

Di empat kecamatan tersebut, tim provinsi didampingi langsung oleh Kepala Dinas PMP Ronggur S.Ip, M.Si, Kabid Pemberdayaan Reza Pahlevi ST, MT , dan juga Tenaga ahli dan tim pendamping desa di 4 kecamatan tersebut.  Kegiatan dimulai dengan mengunjungi Curug (air terjun) Padae yang ada di Pekon Mutar Alam Waytenong, dilanjutkan ke Kampung Kopi Rigisjaya Kecamatan Air Hitam, Temiyangan Hill Kecamatan Gedungsurian dan Bumpekon Tirtajaya Sukajaya Sumberjaya.  

Bacaan Lainnya



Drs. Dorda, M.M, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin dan juga bagian program kerja untuk mewujudkan Lampung Berjaya dengan menggali dan mengembangkan potensi pariwisata yang ada di desa dan juga pengembangan usaha BUMPekon yang ada.

Kegiatan diisi dengan melakukan diskusi dengan pengurus Bumpekon, pertain dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada di pekon. Kemudian dilanjutkan dengan melihat langsung lokasi pariwisata yang dikelola oleh bumpekon tersebut.

Dijelaskan oleh Dorda, setelah mengunjungi ke 4 pariwisata tersebut, pihaknya sangat kagum dengan kinerja desa dan pemerintah Lampung Barat, khususnya Dinas PMP yang telah berhasil menggali dan mengembangkan potensi sumberdaya alam yang ada di desa.

“Air terjun Padae dengan sungainya, kampung kopi dengan anjungan untuk bersantai yang nyaman, Temiangan Hill dengan bukit yang indah dan kabut di pagi hari sehingga disebut negeri diatas awan, dan arung jeram Way Besai dengan nuansa alam yang asri, ini menjadi  sudah menjadi destinasi wisata Lampung Barat dan juga Lampung,” tuturnya.

Selanjutnya, Dorda mendorong BUMPekon selaku pengelola pariwisata (ekowisata) tersebut untuk lebih mengembangkan lagi ekowisata tersebut dan memperluas promosinya. Untuk itu pihaknya meminta kepada para pengurus, kepala desa dan juga pihak kabupaten bersama pendamping desa untuk membantu dan memfasilitasi pembentukan Badan Usaha Milik Bersama (BUMDESMA) dan juga mulai menyusun konsep pembangunan kawasan perdesaan, sehingga usaha BUMPekon yang ada saat ini akan berkembang lebih baik lagi, mendatangkan pendapatan yang lebih besar dan memberikan manfaat atau memberikan dampak yang jelas bagi masyarakat desa.

Memasuki tahun ke 6 dana desa, sudah saatnya kita membicarakan pembangunan kawasan perdesaan dan juga pembentukan badan usaha milik desa bersama, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembangunan desa dan meningkatkan pendapatan desa.

Untuk itu, dorda menegaskan, pembentukan BUMDESMA dan pembangunan kawasan perdesaan tersebut dimulai dengan membuat regulasi tingkat pekon, baik itu peraturan desa, keputusan kepala desa hingga MoU yang menjadi dasar atau payung hukumnya.  

Kadis PMP Lampung Barat, Ronggur menyambut baik dukungan tersebut.  Disampaikan oleh Ronggur, bahwa Dinas PMP melalui bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa akan mensosialisasikan dan mengawal program pembentukan BUMDESMA dan pembangunan kawasan perdesaan tersebut.  Pemerintahan Bupati Parosil mabsus dan Wakil Buapti Mad Hasnurin, dengan 3 program unggulannya, yaitu Kabupaten Konservasi, Kabupaten Literasi dan Kabupaten Tangguh Bencana sangat besar komitmennya terhadap pengembangan potensi SDA yang ada dengan tetap menjaga kelesatriannya, dan juga melakukan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakatnya.

Dan pihaknya mengatakan bahwa fasilitas pembuatan regulasi dan juga pembentukan BUMDESMA akan dapat diselesaikan tahun 2020 ini, sehingga tahun 2021 BUMDESMA terbentuk dan menjalankan usaha bersama.

Untuk pilot project program pembentukan BUMDESMA tersebut, selain 4 kecamatan yang dikunjungi tim provinsi, Bumdes di kecamatan Suoh juga akan masuk dalam daftar yang ditargetkan terbentuk BUMDESMA di tahun 2020 ini.

Mengenai bentuk usaha bersamanya, sesuai dengan potensi yang ada dan sudah dikembangkan saat ini, yaitu pariwisata (ekowisata) dan jual beli gabah/beras (perdagangan) untuk Bumpekon di kecamatan suoh. 

Ditambahkah Ronggur, Bupati Parosil Mabsus sangat mendukung semua bentuk pengembangan potensi yang ada di pekon.  Dalam banyak kesempatan, bupati dan wakil bupati mengunjungi tempat-tempat wisata yang pekon kembangkan.

Dengan kunjungan tersebut akan dapat menguatkan promosi sehingga menjadi perhatian masyarakat umum. Tanpa dukungan kuat dari kabupaten, dengan keterbatasan pekon, maka program-program di pekon akan kurang maksimal hasilnya. Tidak semua urusan akan dapat diselesaikan oleh pekon dengan dana desanya.

Banyak urusan terkait pekon yang bukan menjadi kewenangan pekon, tetapi ada di kabupaten.  Untuk itulah sinergi, sinkronisasi, koordinasi, komunikasi yang baik menjadi keharusan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Senada dengan Ronggur, Koordinator Tenaga Ahli Lampung Barat, Surya Emharis, S.T menyampaikan bahwa seluruh pendamping desa, siap untuk membantu, memfasilitasi desa untuk menggali dan mengembangkan potensi yang ada.

Ada 5 orang tenaga ahli di tingkat kabupaten dan 59 pendamping desa/lokal desa yang tersebar di 15 kecamatan, jika saat ini baru beberapa potensi pekon yang sudah muncul dan eksis sebagai usaha pekon, semoga akan banyak lagi usaha atau produk unggulan pekon yang muncul, dan menjadi penyumbang pendapatan asli desa, baik itu berupa usaha pariwisata, hasil pertanian, peternakan. (rin/mlo)



Pos terkait