Pokjawas Gabungan Kabupaten Lambar-Pesbar Gelar Workshop PKB

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Gabungan antara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Barat dan Kantor Kemenag Kabupaten Pesisir Barat mengadakan kegiatan workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Pokjawas, pada Senin (15/11).

Kegiatan yang di gelar di Aula RM 245 itu dibuka oleh Kakan Kemenag Maryan Hasan, S.Ag, M.Pd.I, didampingi Kasi Penmad Mukip Zaman S.Pd.I, M.M, Ketua Pokjawas Erpinsyah Putra S.Ag serta para peserta pokjawas.

Bacaan Lainnya

Membuka kegiatan itu, Kakan Kemenag Lambar Maryan Hasan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional guru, kepala madrasah, dan tenaga pendidik dalam mengemban tugas.

“Pokjawas harus tanggap dan cepat mengambil langkah atas perkembangan dalam penyelenggaraan dunia pendidikan, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas, serta kompetensi,” pesannya.

Disamping itu ia menambahkan agar para peserta kegiatan ini mengikuti dengan serius, agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan menambah ilmu serta wawasan. 

“Siswa yang berprestasi lahir dari guru berprestasi, guru yang berprestasi akan lahir dari kepala madrasah yang berprestasi, dan begitupun dengan kepala madrasah berprestasi akan lahir dari pengawas yang berprestasi. Ini merupakan keterkaitan satu dan lainnya yang tidak bisa dipisahkan, untuk itu semua harus memahami tupoksi dan menjalankan sesuai regulasi yang ada agar pelaksanaan pendidikan di madrasah dari tahun ke tahun terus meningkat,” imbuhnya.

Sementara, dalam laporannya Ketua Pokjawas Erpinsyah Putra menyampaikan bahwa program ini terlaksana melalui program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan di implementasi proyek Madrasah Education Quality Reform. Yaitu sebuah program investasi SDM yang dikembangkan Kementerian Agama RI dan sumber pendanaannya melalui Bank Dunia. 

“Bersama GTK Madrasah Kemenag dan World Bank yang bersinergi untuk meningkatkan kompetensi guru, kepala madrasah, dan kelompok kerja pengawas yang lebih dikenal sebagai Madrasah Reform,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kegiatan itu diikuti sebanyak 14 orang peserta dari Kabupaten Lambar dan Pesbar, dengan dua pola kegiatan yaitu kegiatan dalam ruangan dan kegiatan di luar ruangan dengan melakukan observasi dan supervisi di madrasah binaan yang dilaksanakan dari Senin-Kamis (15-18/11).

“Materi kegiatan meliputi supervisi akademik, supervisi manajerial, evaluasi pendidikan, rencana tindaklanjut, dan kebijakan kemenag RI serta keberagaman agama,” pungkasnya.(edi/mlo)

Pos terkait