Polda Lampung Belum Bisa Beberkan Hasil Supervisi BPK-KPK Terkait Dugaan Korupsi Jl. Ir Sutami

Medialampung.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung belum bisa membeberkan mengenai hasil supervisi dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terhadap dugaan korupsi Jl. Ir Sutami-Sribawono-SP Sribawono dalam beberapa hari kedepan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung Kombes Pol Arie Rachman Nafarin menjelaskan, bahwa kini pihaknya belum bisa membeberkan secara detail mengenai hasil dari supervisi itu.

Bacaan Lainnya


“Kita belum bisa beberkan. Karena saat ini tim juga masih bekerja. Mencari potensi-potensi kerugian negaranya,” katanya, Minggu (28/2).

Menurut Arie-sapaan akrabnya- apabila saat ini, pihaknya dan bersama BPK dan KPK RI masih akan melakukan pemeriksaan beberapa hari kedepan. Mengenai mencari adanya kerugian negara terkait korupsi Jl. Ir Sutami-Sribawono-Simpang Sribawono itu. 

“Masih beberapa hari (pemeriksaan). Nggak bisa cepat-cepat. Kalau sudah selesai akan kita beberkan (ke media),” kata dia. 

Untuk diketahui, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung, masih melakukan pemeriksaan terhadap dugaan korupsi Jl. Ir Sutami-Sribawono-SP Sribawono dalam beberapa hari kedepan.

Kombes Pol Arie Rachman Nafarin menjelaskan, fokus pihaknya bersama dengan BPK dan KPK RI itu kini masih mengambil sampel dari core drill di sepanjang Jl. Ir Sutami-Sribawono-SP Sribawono.

“Saat ini tim gabungan masih bekerja di lapangan. Fokusnya masih mengumpulkan beberapa sampel-sampel. Yang nantinya akan menjadi acuan untuk menghitung kerugian negara,” katanya, Jumat (25/2).

Menurut Arie, kegiatan itu sudah dimulai sejak Kamis (24/2) kemarin. Dimana tim gabungan bekerja sampai sore hari. Dan masih terus akan bekerja beberapa hari kedepan. 

“Usai itu kami akan menggelar rapat koordinasi. Ya tujuannya untuk membahas segala pemeriksaan. Ini tentunya agar kita segera secepatnya untuk menghitung kerugian negara,” kata dia.

Sementara itu, Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, apabila pihaknya juga ikut menurunkan tim dalam melakukan pengecekan dan pemeriksaan Jl. Ir Sutami-Sribawono itu. 

“Tentunya kan kemarin kita sudah memulai dan melakukan supervisi atas perkara itu,” katanya.

Menurut Ali, tim yang diturunkan KPK untuk membantu pihak Ditreskrimsus Polda Lampung dan BPK RI itu tentunya terdiri dari beberapa orang. 

“Yang nantinya tim ini juga akan ikut memberikan informasi juga bekerja di lapangan. Pemeriksaan kerugian negara ini tentunya akan terus dilakukan beberapa hari kedepan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung dikabarkan sudah melakukan pemeriksaan. Juga pengecekan terhadap perkara dugaan korupsi Jl. Ir Sutami-Sribawono-SP Sribawono. Yang dimana menjerat Komisaris PT Usaha Remaja Mandiri (URM).

Informasi yang dihimpun oleh medialampung.co.id, ketiga institusi itu sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan pada Kamis (24/2), apakah proyek yang diduga memakan dana negara mencapai nilai pagu sebesar Rp147 miliaran itu ada potensi kerugian negaranya.

Salah satu sumber medialampung.co.id di Polda Lampung yang namanya enggan disebutkan bahwa, pengecekan itu dari mulai Kantor PT URM dan juga sepanjang Jl. Ir Sutami-Sribawono-SP Sribawono. “Iya hari ini visit (pengecekan) jalan. Ada KPK juga BPK RI,” kata sumber.

Dikonfirmasi terkait ini, Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Pol Arie Rachman Nafarin membenarkannya. Bahwa ada pengecekan dari BPK RI dan KPK.

“Ya benar. Tapi saya belum dapat laporannya di lapangan. Karena tim masih bekerja,” katanya.

Namun kata dia, dirinya akan melaporkan ke media apa hasil dari pemeriksaan ketiga instansi itu. “Nanti kalau sudah dapat laporan akan kita jelaskan ke kawan-kawan,” ungkapnya. (*/mlo)


Pos terkait