Polda Lampung Hentikan Aktivitas Tambang di Bukit Campang

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Aktivitas penambangan Galian C di Bukit Campang Raya Kelurahan Campang Raya Kecamatan Sukabumi dihentikan sementara oleh Polda Lampung dan dipasangi garis polisi.

Pengelola diminta untuk tidak melakukan kegiatan penggerusan bukit sampai ada penyelidikan lebih lanjut.

Bacaan Lainnya


Akiong yang mengaku hanya sebagai pekerja di bagian bengkel tempat tambang Galian C milik Toha mengatakan jika penyegelan dilakukan oleh pihak Polda Lampung pada Selasa (16/3).

Sayangnya saat Medialampung.co.id mencoba mengkonfirmasinya, pihak pengelola menolak dengan alasan sedang sibuk.

Sementara itu Ketua RT.02/Lk.II Hariri mengatakan jika tambang batu yang berada di Bukit Campang itu memang disegel oleh Polda Lampung karena terkait izinnya, termasuk tambang lainnya yang dikelola oleh Syafei alias Endel.

Masih menurut Hariri, setelah disegel oleh pihak berwajib, pengelola Galian C tambang Bukit Campang langsung diperiksa oleh pihak penyidik Polda Lampung. 

“Karena ini adanya laporan dari Walhi ke Polda Lampung, jadi aktivitas tambang yang berada di daerah Campang Raya harus dihentikan dahulu,” kata Hariri.

Namun, tambahnya, pihak penyidik Polda Lampung menyarankan pengelola Galian C tambang Bukit Campang untuk bertemu dengan pihak Walhi terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan tersebut.

Hariri juga menjelaskan jika sebelumnya ada dari provinsi (tapi tidak tau dari dinas mana) yang datang ke lokasi penambangan untuk mengecek surat-surat izin operasi tambang dan itu pihak syafei alias endel sudah dilengkapi.

“Tapi untuk yang dikelola dua orang lagi (Akiong dan Toha) saya tidak mengetahui karena beda lingkungan dan RT,” akunya.

Dia juga menceritakan bahwa di tambang itu batu dihargai Rp250 ribu per mobil jenis Engkel dan Rp40 ribu untuk Tanah merahnya.

“Dalam sehari bisa 30 mobil engkel untuk muatnya,” tuturnya.

Pihak pengelola tambang Galian C selama ini sudah mengikuti apa yang menjadi permintaan warga untuk menutup terpal bagi mobil pengangkut batu atau tanah merah dengan terpal, menyiram jalan serta memberikan bantuan dalam bentuk uang senilai Rp5000 per mobil untuk pembangunan masjid.

“Ya sekarang setelah dihentikan oleh pihak kepolisian kita tidak bisa memberikan bantuan lagi untuk pembangunan masjid yang berada di pinggir Jl. Alimudin Umar,” tutup Hariri.(*/mlo)


Pos terkait