Polisi Lidik Dugaan Illegal Logging di Sindangpagar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Indikasi illegal logging masuk kawasan Hutan Lindung (HL) Register 44B Waytenong-Kenali di Pekon Sindangpagar, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat menjadi perhatian Unit Reskrim Polsek Sumberjaya.

Kapolsek Sumberjaya Kompol Kadengan mendampingi Kapolres AKBP Rachmad Tri Haryadi, S.Ik., melalui Panit Reskrim Ipda Mahmudi mengatakan, atas dugaan tersebut pihak reskrim mulai melakukan penyelidikan.

Bacaan Lainnya

Langkah awal, petugas polsek setempat akan melakukan pengecekan lokasi penebangan pohon apakah benar terjadi illegal logging atau hanya penebangan pohon mati dalam hutan adat seperti yang diinformasikan setelah munculnya indikasi dimaksud. 

Kami baru menerima informasi jika penebangan dilakukan di hutan adat dan kayu yang ditebang adalah pohon mati,” ungkapnya.

Dalam penyelidikan, selain meminta keterangan para saksi dan masyarakat yang paham kondisi wilayah, Reskrim Polsek Sumberjaya juga akan berkoordinasi dengan Petugas Kehutanan guna mengetahui titik koordinat. “Kalau ini bentul masuk hutan lindung, jelas menyalahi ketentuan yang berlaku,” tegas Mahmudi. 

Hal sama juga dilakukan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Barat. Pihaknya melakukan pendalaman terkait informasi dimaksud.

Kasat Reskrim Polres Lambar AKP Made Silpa Yudiawan, S.I.K., juga mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, melalui Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ipda Juherdi Sumandi, S.H., mengaku belum ada laporan masuk terkait dugaan penebangan pohon tersebut.

Sampai sekarang belum ada laporan, tapi atas dasar informasi masyarakat ini, kami akan mendalaminya, jelas dia.

Menurutnya, ketika nantinya berdasarkan hasil penyelidikan ternyata titik lokasi penebangan masuk kawasan HL, para pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum dan perundang-undangan berlaku.

Kami berterimakasih kepada masyarakat atas informasi ini, dan beri kami waktu melakukan penyelidikan, jika memang terbukti illegal logging, tentu pelakunya akan kami tindak tegas, kata dia.


Pos terkait