Polres Lamteng Serahkan Owa Siamang ke BKSDA

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Owa siamang –kera hitam berlengan panjang– termasuk salah satu hewan yang dilindungi. Polres Lampung Tengah menyerahkan seekor owa siamang ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Bengkulu-Lampung, Sabtu (9/10).

Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Edi Qorinas didampingi Kasat Lantas AKP Ikhwan Syukri menyatakan owa siamang diserahkan langsung kepada Kasi Konservasi Wilayah III BKSDA Bengkulu-Lampung Hifzon Zawahari. “Kita serahkan langsung ke BKSDA. Owa siamang ini merupakan penyerahan dari warga secara sukarela,” katanya.

Bacaan Lainnya

Owa siamang, kata Qorinas, berumur sekitar satu tahun dengan jenis kelamin laki-laki. “Jenis kelamin laki-laki berumur sekitar satu tahun,” ujarnya.

Qorinas mengimbau warga yang memelihara hewan dilindungi agar secara sukarela dapat menyerahkan ke polres atau BKSDA langsung. “Jika ada warga yang memelihara hewan yang dilindungi tanpa izin bisa diancam pidana lima tahun penjara dan denda Rp100 juta,” imbaunya.

Kasatlantas Polres Lamteng AKP Ikhwan Syukri menambahkan, owa siamang ditemukan ketika anggota sedang berpatroli. “Tiba-tiba  anggota mendengar suara owa siamang. Ketika dicari ditemukan di rumah warga. Kami tanya kepada pemiliknya dapat beli online. Karena satwa ini dilindungi, kami imbau warga secara sukarela menyerahkannya. Pemiliknya juga tidak mengetahui owa siamang merupakan hewan yang dilindungi,” ungkapnya.

Menanggapi penyerahan owa siamang ini, BKSDA sangat mengapresiasi. “Kita sangat apresiasi. Kami juga mengimbau kepada warga yang memelihara hewan yang dilindungi agar sukarela menyerahkan ke BKSDA. Jika kedapatan memburu atau memelihara atau memperjualbelikan hewan dilindungi bisa dijerat dengan UU No.5/1990 tentang Konservasi.  Primata ini termasuk dalam satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.106/2018 Nomor Urut Ke-70 dalam daftar jenis satwa dilindungi,” kata Hifzon Zawahari.

Dalam hal penyelamatan satwa dilindungi ini, kata Hifzon, BKSDA tidak bisa bekerja sendiri. “Kita nggak bisa kerja sendiri menyelamatkan hewan satwa. Bersama masyarakatlah yang paling utama. Tidak membeli atau memelihara satwa di rumah sudah sangat membantu dalam upaya penyelamatan satwa yang dilindungi,” tegasnya. (sya/mlo)


Pos terkait