Polres Lamteng Tangkap Pelaku Pemalsuan STNK

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satreskrim Polres Lampung Tengah dan Polsek Seputihsurabaya mengungkap kasus pemalsuan dokumen berupa STNK bermotor. Yakni dengan tersangka Suradal (49), warga Kampung Gayabaru III, Kecamatan Bandarsurabaya, dan Efan Efendi (34), warga Kampung Surabaya Baru, Kecamatan Bandarsurabaya.

Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro didampingi Kabag Ops. Kompol Juli Sundara dan Kasatreskrim AKP Edi Qorinas menyatakan dalam kasus pemalsuan dokumen ini diamankan dua tersangka. “Dua tersangka berhasil diamankan. Yakni Suradal dan Efan Efendi,” katanya.

Bacaan Lainnya

Terungkapnya kasus pemalsuan dokumen ini, kata Popon, bermula dari informasi tersangka Efan membeli motor Yamaha Vixion yang hanya dilengkapi BPKB. “Pemilik motor Vixion ini memberikan saran jika akan membuat STNK palsu kepada tersangka Suradal saja. Dibuatlah STNK palsu. Akhirnya banyak yang order pembuatan STNK palsu lewat perantara Efan dengan tarif Rp150.000-Rp200.000 per lembar STNK,” katanya.

Tersangka Efan, kata Popon, menghubungi tersangka Suradal via WhatsApp untuk mengirimkan nomor mesin dan rangka agar dibuatkan STNK palsu. “Biaya pembuatan STNK palsu sudah ditetapkan tersangka Suradal Rp25.000-Rp30.000 per lembar. Tersangka Suradal juga memalsukan dokumen berupa KTP, KK, akta kelahiran, berita acara pemeriksaan tanah, dan pernyataan tua-tua kampung,” ujarnya.

Tersangka Efan, kata Popon, ditangkap di rumahnya, Minggu (10/4) sekitar pukul 15.35 WIB. “Tersangka Efan didatangi ke rumahnya. Setelah digeledah cukup barang bukti langsung diamankan. Kemudian tersangka dibawa ke rumah Suradal. Pada pukul 23.00 WIB, di rumah Suradal juga ditemukan sejumlah barang bukti. Kedua tersangka berikut barang bukti dibawa ke mapolres guna pemeriksaan lebih lanjut. Kedua tersangka dikenakan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” tegasnya.

Terkait pemalsuan dokumen ini, kata Popon, sudah cukup lama. “Sudah lama hampir tiga tahunan. Kita lihat saja barang bukti berupa CPU, komputer, stempel, printer, dll. yang diamankan. Kita juga amankan 30 unit motor berbagai merek dan jenis dengan STNK palsu. Namun untuk motor belum menjadi barang bukti karena harus diungkap dahulu rangkaian tindak pidananya. Bila barang temuan akan disampaikan ke masyarakat. Kita akan kembalikan,” ungkapnya. (sya/mlo)


Pos terkait