Polres Tanggamus Bekuk Dua Tersangka Pembunuh Dede 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kecewa dan sakit hati menjadi motif pelaku Bakas Maulana (21) tega menghabisi nyawa Dede Saputra yang jasadnya ditemukan di Kebun Dusun Pagar Jarak Pekon Tiuh Memon Kecamatan Pugung pada Senin pagi (12/7). 

Pembunuhan terhadap Dede sendiri dilakukan oleh dua orang pelaku, satu pelaku lain bernama Syahrial Aswad (33) warga Desa Nabang Atas Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran adalah mantan karyawan Dede sekaligus mantan pacar dari korban.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut terungkap dalam ekspose yang dipimpin Kabag Ops Polres Tanggamus Kompol Bunyamin bersama Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora, Kamis (15/7) di Mapolres Tanggamus.

Dalam keterangannya saat ekspose, Kasat Reskrim Iptu Ramon mengungkapkan bahwa, pembunuhan terhadap Dede Saputra sudah direncanakan sejak Sabtu (10/7) oleh tersangka Bakas Maulana.

Pembunuhan tersebut terencana sebab sebelum kejadian, tersangka Bakas Maulana alias Alan lebih dulu menghubungi Syahrial Aswad via Whatsapp menceritakan kekecewaannya kepada korban. Kekecewaan tersebut, setiap melakukan persetubuhan korban yang selalu tidak menepati janjinya pembayaran, semisal janji Rp500 ribu maka dia membayar Rp300 ribu dan itu selalu berulang.

Gayung bersambut, Syahrial Aswad yang dulunya juga sering dikecewakan terkait pembayaran usai bersetubuh juga mengiyakan niat Bakas Maulana alias Alan untuk menghilangkan nyawa korban.

Usai perencanaan melalui telepon dan WA, tersangka Bakas Maulana berjanjian dengan korban pada Minggu (11/7). Lantas pada siang sebelum kejadian tersangka Bakas Maulana menjemput Syahrial Aswad dari Bandar Lampung mereka menuju ke TKP dan Syahrial Aswad diturunkan di dekat gubuk untuk bersembunyi di Dusun Kebumen Pekon Banjaragung Udik Kecamatan Pugung.

Tersangka Bakas Maulana yang menjemput korban tidak jauh dari konter Hp milik korban di Gisting. Kemudian mereka berkendara dengan dua motor menuju gubuk. Setibanya di gubuk, mereka langsung melakukan persetubuhan di gubuk tersebut setelah selesai, korban membayar Rp300 ribu sehingga terjadilah cekcok karena perjanjian awal pembayaran Rp500 ribu.

“Dalam argumen tersebut, tersangka Bakas Maulana alias Alan menusukan pisau yang disiapkannya beberapa kali ke dada korban sebanyak 24 kali, bersamaan dengan itu tersangka Syahrial Aswad datang langsung memukul kepala korban menggunakan batu pipih,” ujar Ramon

Dilanjutkan Ramon, untuk menghilangkan jejak, usai memastikan korban meninggal, tersangka Bakas Maulana mengambil plastik bekas ikan yang telah disiapkan di jok motor dan kembali ke TKP guna membungkus korban Dede Saputra.Lalu, kedua tersangka membawa mayat korban menggunakan motor korban dan membuangnya di tempat penampungan air di kebun karet Dusun Jarak Pekon Tiuh Memon yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari gubuk TKP pembunuhan.

“Setelah membuang korban, uang milik korban diambil sejumlah Rp1 juta dan dibagi antara tersangka Alan Rp500 ribu dan Syahrial Rp500 ribu, namun 1 HP korban masih belum ditemukan.Selanjutnya, kedua tersangka menuju Talangpadang, tersangka Syahrial Aswad membawa sepeda motor korban menunggu di Pemakamanan Kotaraja Talang Padang sedangkan tersangka Bakas Maulana membawa motornya berikut barang bukti baju dan pisau lalu membuang di sungai Sumanda,” urai Ramon.

Usai membuang BB, kedua tersangka menuju ke wilayah Hajimena, Natar, Lampung Selatan membawa dua sepeda motor.”Tersangka Syahrial Aswad meninggalkan sepeda motor yang masih terdapat bercak darah tersebut di depan sebuah BRI-Link. Lalu ia menaiki motor tersangka Bakas Maulana menuju ke kostnya untuk membersihkan diri,” kata Ramon.

Adapun kronologi penangkapan, lanjut Ramon, Tekab 308 Polres Tanggamus dan Tekab 308 Polsek Pugung setelah mendapat laporan penemuan mayat langsung melakukan penyelidikan sehingga pada Rabu, 13 Juli 2021 sekitar pukul 04.00 WIB bertempat di Desa Nabang Sari Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran petugas berhasil menangkap Syahrial Aswad.

Berdasarkan keterangan Syahrial Aswad selanjutnya dilakukan pengembangan dan berhasil melakukan penangkapan Bakas Maulana alias Alan di Pekon Luah Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tanggamus.

“Dalam pengembangan pencarian barang bukti yang diakui tersangka Bakas Maulana alias Alan dibuang di sungai Pekon Sumanda kedua tersangka berusaha melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur di bagian kakinya,” ucap Ramon.

Dilanjutkan Ramon, kedua tersangka Masih kata Ramon bahwa, polisi saat ini masih melakukan pencarian terhadap barang milik korban meliputi Hp merk Oppo, pakaian korban dan juga benda tajam yang digunakan oleh tersangka Bakas alias Alan.

“Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dan juncto Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman kurungan penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun,” pungkas Ramon.

Dalam konferensi pers tersebut, pihak kepolisian hanya menghadirkan satu pelaku yakni Bakas Maulana alias Alan sementara Syahrial Aswad tidak dihadirkan dengan alasan hasil Rapid antigen menunjukkan reaktif.

“Karena hasil Rapid antigen reaktif jadi tidak bisa kita tampilkan, tersangka ada di Mapolres diamankan di ruangan lain,” ucap Ramon.

Terpisah, Bakas Maulana, kepada wartawan mengaku sakit hati karena korban Dede kerap tidak menepati janji, utamanya mengenai bayaran saat bercinta.”Janjinya selalu tidak ditepati, saya juga menyesal dan mohon maaf kepada keluarga korban atas perbuatan saya ini,” kata Bakas.(rnn/ehl/mlo)


Pos terkait