Polres Waykanan Amankan Satu Tersangka Pengguna Sabu

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satres Narkoba Polres Waykanan berhasil mengamankan Tersangka inisial AP alias Ogong (36), warga Desa Negeri Campang Jaya Kecamatan Sungkai Tengah Kabupaten Lampung Utara karena diduga Menggunakan narkotika jenis sabu di Kampung Nuar Maju Kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Waykanan.

Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Narkoba IPTU Mirga Nurjuanda menuturkan ”Tersangka ini diamankan karena diduga menyalahgunakan narkotika jenis sabu,” ungkapnya. 

Bacaan Lainnya


Penangkapan berawal adanya informasi masyarakat pada hari Selasa (25/5) sekitar pukul 19.30 WIB, bahwa ada orang yang mencurigakan di Kampung Nuar Maju Kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Waykanan. 

Menindaklanjuti informasi tersebut, personil Satres Narkoba Polres Waykanan dan Polsek Buay Bahuga langsung menuju ke Kampung Nuar Maju untuk melakukan penyelidikan. 

Melihat kedatangan petugas Kepolisian, beberapa orang di tempat tersebut langsung melarikan diri dan seorang laki-laki yang mengaku berinisial AP alias Ogong berhasil diamankan petugas bersama satu unit sepeda motor honda blade warna hitam orange dengan Nopol : B 3601 FLP. 

Hasilnya saat dilakukan penggeledahan badan dan pakaian diketemukan barang atau benda yang ada kaitannya dengan tindak pidana Narkotika jenis sabu berupa satu buah kaleng permen merk “Milton” yang didalamnya terdapat dua bungkus plastik klip bening ukuran kecil berisikan kristal putih diduga Narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,19 gram. 

Selain itu, terdapat juga tiga belas bungkus plastik klip bening ukuran kecil, satu bungkus plastik klip bening bekas pakai ukuran besar, satu batang pipet plastik yang dibentuk sekop, tiga buah jarum bakar dan satu batang pirek bekas. 

“Tersangka dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolres Waykanan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan tersangka kami bidik dengan pasal 114 ayat (1) dan 112 ayat (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat empat tahun paling lama 12 tahun,” kata IPTU Mirga Nurjuanda.(wk1/mlo)




Pos terkait