Polres Waykanan Bekuk Pelaku Pembunuhan Satpam PT PLP

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satreskrim Polres Waykanan berhasil mengamankan AKH (47), warga mess PT.PLP Kampung Bumi Agung Kecamatan Bumi Agung Waykanan, yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Jen Heri (37) satpam PT. PLP (Palm Lampung Persada) Kampung Bumi Agung, Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Waykanan.

Menurut Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Reskrim Iptu Des Herison Syafutra, bahwa kronologi kejadiannya hari Rabu tanggal 30 Juni 2021 yang lalu pada pukul 18.00 WIB, Karyawan Perusahaan sawit PT.PLP dikejutkan oleh suara tembakan yang berasal dari Mess Karyawan, yang ternyata berasal dari penembakan yang dilakukan oleh salah satu manajer perusahaan sawit terhadap satpam setempat.

“Kejadiannya berawal pada hari Rabu tanggal 30 Juni 2021 sekitar Pukul 18.00 WIB telah terjadi penembakan dan penganiayaan dengan senjata tajam terhadap satpam PT. PLP an. Jen Heri di Garasi Mobil korban tepatnya perumahan (Mess) PT. PLP,” bebernya.

Karena korban Jen Heri diduga kerap mengancam dan meneror istri pelaku yang bernama Ratna Dewi setelah cinta korban ditolak, selama setahun sejak tahun 2020 hingga sekarang. 

Pelaku nekat membunuh dikarenakan korban sering mengganggu sang istri, sehingga AKH kesal. Aksi diawali setelah magrib pelaku mendatangi rumah korban, saat itulah korban yang sedang berada di garasi sedang menutup kaca mobilnya langsung ditembak oleh pelaku pada bagian dada kiri sebanyak satu kali menggunakan senjata api rakitan. 

“Setelah korban terjatuh lalu pelaku membacok punggung dan menusuk pinggang menggunakan senjata tajam, akibat kejadian tersebut korban akhirnya meninggal dunia di tempat,” ungkap Iptu Des Herison.

Masih menurut Kasat reskrim Polres Waykanan tersebut bahwa , Petugas yang menerima laporan polisi bergegas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan saksi termasuk keluarga korban untuk menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut. 

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap berikut barang bukti berupa satu unit senjata api rakitan jenis revolver dengan lima amunisi aktif dan satu buah senjata tajam ikut diamankan oleh petugas untuk dibawa ke Satrekrim Polres Waykanan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, dugaan kuat kasus tersebut murni pembunuhan karena korban dinyatakan meninggal dunia adanya tanda kekerasan pada tubuh korban akibat luka tembak dan bacok pada bagian tubuh korban. 

“Atas tindakan tersebut pelaku dapat dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun,” Ungkap Kasat Reskrim.(sah/mlo)


Pos terkait