Polres  Waykanan Gelar Lat Pra Ops Bina Kusuma Krakatau 2021

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Polres  Waykanan menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Bina Kusuma Krakatau 2021 di GSG Pesat Gatra Polres Waykanan, Senin (13/9).

Pada Kegiatan yang langsung dipimpin oleh Kapolres Waykanan, AKBP Binsar Manurung didampingi, Wakapolres Waykanan Kompol Evinater Siallagan dan Kabag Ops Kompol Suharjono dengan dihadiri para Kasat, Bhabinkamtibmas Polsek Jajaran dan anggota yang terlibat dalam Operasi Bina Kesuma, tersebut  tetap menerapkan Protokol kesehatan secara utuh.  

Bacaan Lainnya

Menurut Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung, bahwa pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi ops Bina Kusuma Krakatau 2021 itu, garda terdepan pada pelaksanaannya adalah satuan fungsi Binmas.

“Operasi akan dilaksanakan selama 12 hari (14-25 september 2021), dan saya berharap agar semua personil yang terlibat didalam operasi agar dapat melakukan pembinaan dan penyuluhan dengan sasaran terhadap kenakalan remaja, premanisme, dan daerah rawan konflik dengan baik dan benar, berikan pemahaman kepada masyarakat dalam rangka pemeliharaan sitkamtibmas tersebut. Terutama yang berkaitan dengan konflik seperti permasalahan pertanahan, agar lakukan pendataan dan penyelesaian dengan cara preventif sehingga tercipta situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Waykanan tetap kondusif,” tegas Binsar Manurung. 

Pada kesempatan yang sama, Wakapolres Waykanan Kompol Evinater Siallagan menambahkan pada dasarnya pelaksanaan kegiatan operasi Bina Kusuma Krakatau 2021 harus dilaksanakan dengan baik dan bukan akan menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.

“Operasi ini kita gelar dengan tujuan tercapainya kondisi masyarakat yang lebih kondusif, sekaligus sebagai upaya dalam mencegah dan menangkal segala bentuk kenakalan remaja, premanisme dan daerah rawan kamtibmas/konflik di seluruh Wilayah Hukum Polres Waykanan,” ujar Kompol Evinater Siallagan. 

Dalam pada itu, sebagai miniatur Lampung, Waykanan memang sangat riskan dengan berbagai persoalan sosial, dimana hampir semua suku/ras dan agama yang ada di Lampung ada di Waykanan, ditambah dengan kondisi geografisnya yang terletak di perbatasan dengan provinsi Sumatera Selatan serta diapit oleh beberapa Kabupaten yang memungkinkan keluar masuknya informasi dan atau manusia dengan bebas.

“Sebagai warga negara yang baik tentu kita harus mendukung apapun itu kegiatan yang dilakukan oleh Polisi yang memang tugasnya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga bukan sebaliknya, dan saya mendukung penuh kegiatan ini, akan tetapi sekali lagi harapan kami masyarakat agar operasi itu bukan membuat masalah baru bagi warga,” tegas Elyas Yusman, SE., salah satu tokoh masyarakat Waykanan dari Kecamatan Baradatu.(sah/mlo)


Pos terkait