Polres Waykanan Gelar Operasi Yustisi di Pasar Blambangan Umpu

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Polres Waykanan terus berupaya mengentaskan masyarakat Waykanan dari Pandemi Covid-19, dan hari ini melakukan Operasi Yustisi di Pasar Km 2 Blambangan Umpu dengan dipimpin oleh Kabag Ops Polres Waykanan Kompol. Suharjono, dan Kasat Sabhara IPTU I Dewa Gede Anom bersama personil Sabhara.

“Operasi yustisi ini sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Waykanan, kami tidak bosan bosan mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan dan memakai masker. Meski begitu, masih dijumpai ada beberapa warga yang kedapatan tidak menggunakan masker sehingga petugas gabungan terpaksa memberikan teguran lisan dan sanksi sosial, dan saya berharap agar masyarakat selalu patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan pola 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas) guna mencegah penularan Covid-19,” ujar Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung melalui Kabag Ops Kompol Suharjono.

Bacaan Lainnya

Miris memang ditengah keseriusan berbagai pihak melakukan penertiban dalam upaya pengendalian Covid-19 di Waykanan, masih banyak warga yang tidak patuh, bahkan hingga kini pemkab setempat belum memiliki regulasi khusus untuk pemberian sanksi bagi pelanggar prokes, sehingga masyarakat pun merasa tidak ada yang perlu di takuti dengan denda dan seperginya aparat dari gelar operasi para pedagang sudah melepas kembali masker mereka dengan berbagai alasan.

“Kami merasa susah bernafas kalau terus menggunakan masker, dan lagi dilingkungan saya tidak ada yang terjangkit Covid-19, coba pemerintah melakukan pengecekan dan pengetatan bagi kawan-kawan yang datang dari luar Waykanan, minimal dengan pengecekan suhu, tetapi itu juga tidak dilakukan, padahal katanya dana untuk penanggulangan itu sudah dianggarkan oleh pemkab,” ujar Mangyus, salah satu pedagang pasar tersebut.

Pernyataan Pedagang tersebut dibenarkan oleh Hi, Ahmad Basri, S,Pd, MM, Tokoh masyarakat setempat yang menyatakan Blambangan Umpu sebagai Ibukota Kabupaten seharusnya lebih mendapatkan perhatian dari pihak yang berkompeten, karena banyak sekali orang luar yang masuk dan sama sekali tidak dilakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu, dan ditengarai masuknya virus corona ke Blambangan Umpu itu melalui orang luar daerah dan atau ASN yang bekerja di Waykanan tersebut.

“Di pasar-pasar kita banyak pedagang dari Luar, ASN kita juga 80 % datang dari luar daerah, kapan mereka di tes, saya belum pernah dengar, padahal mereka itulah yang diduga membawa virus dan menularkannya pada kita yang disini,” ujarnya.(sah/mlo)


Pos terkait