Positif Covid-19 Capai 3.030 Kasus, Meninggal Bertambah Tiga Orang

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Juru bicara satuan tugas penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes.,  menjelaskan terkait dengan penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 53 kasus dengan total saat ini mencapai 3.030 kasus di Provinsi Lampung.

Dari 53 Kasus tersebut 25 kasus asal Kota Bandarlampung, Lampung Tengah 12 kasus, Lampung Selatan enam kasus, Kota Metro tiga kasus, Tanggamus dua kasus, Pesawaran dua kasus, Kabupaten Lampung Timur, Pringsewu dan Tulangbawang Barat  masing-masing bertambah satu kasus.

Bacaan Lainnya


“Rinciannya dari 53 kasus tersebut yaitu hasil tracing 21 orang, merupakan kasus baru 32 orang. Yang menjalani isolasi mandiri 44 kasus dan menjalani perawatan sebanyak sembilan kasus,” kata Reihana saat memberikan keterangan, Jumat (20/11).

Lanjutnya, untuk pasien  terkonfirmasi positif Covid-19 yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh bertambah 22 orang dengan total akumulasi saat ini mencapai 1.723 kasus.

“Hari ini juga pasien meninggal dunia bertambah tiga orang yaitu dua asal Bandalampung dan satu dari Kota Metro,” ungkapnya.

Rinciannya, yaitu pasien 2.990 laki-laki 56 tahun alamat Bandarlampung pada tanggal 12 November melakukan perjalanan dari Jawa Tengah.

Kemudian tanggal 17 November dibawa ke Rumah Sakit Provinsi Lampung dengan keluhan demam lemas Aku kemudian lakukan dengan hasil reaksi dan dilakukan pengambilan swab-1.

Positif Covid-19 dari hasil swab-1 Pada tanggal 18 November. Tanggal 19 November pukul 00.10 WIB pasien mengalami perburukan, pada pukul 01.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia. Pemulasaran jenazah dilakukan dengan protokol Covid-19.

Kemudian an pasien 2.991 perempuan 63 tahun alamat Bandarlampung pada tanggal 11 November dibawa ke rumah sakit Pemkot Bandarlampung dengan keluhan mual lemas dan muntah-muntah dilakukan rapid test dengan hasil reaktif dan dilakukan pengambilan swab 1.

Kemudian terkonfirmasi dari hasil swab-1. pada tanggal 18 November pukul 05 20 WIB kondisi pasien mengalami perburukan dan pada pukul 06.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia kemudian pemulasaran jenazah dilakukan secara protokol Covid-19.

Terakhir pasien 2.859 seorang perempuan 52 tahun alamat Kota Metro dengan riwayat pada tanggal 18 November berobat ke rumah sakit pemerintah dalam kondisi kritis sesak batuk dan lemas diagnosa dyspnoe, esrd, pleuropneumonia, oedem pulmo, diabetes mellitus. 

“Pada tanggal 17 november terkonfirmasi positif. Kemudian tanggal 18 November pukul 22.00 WIB mengalami perburukan. Tanggal 19 November pukul 13.10 WIB dinyatakan meninggal dunia. pemulasaran jenazah dilaksanakan dengan tata laksana Covid-19,” tutupnya. (ded/mlo)



Pos terkait