Positif Covid-19 di Pesbar Bertambah Dua Kasus, 18 Orang Jalani Isolasi

  • Whatsapp
Kadis Kesehatan Pesbar Tedi Zadmiko, S. Km., S.H, M.M.

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), kembali memperbaharui data terbaru kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di kabupaten setempat berdasarkan data yang diterima dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Kadiskes Pesbar, Tedi Zadmiko, S.Km., mengatakan berdasarkan update data terbaru Rabu (17/3), terdapat penambahan dua kasu baru terkonfirmasi positif Covid-19 yang tersebar di dua kecamatan di kabupaten setempat.

Bacaan Lainnya


“Hari ini terdapat penambahan dua kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19  tersebar di Kecamatan Pesisir Tengah dan Kecamatan Pesisir Utara,” kata dia.

Dijelaskannya, meski terdapat penambahan dua kasus baru, tapi tidak ada pengurangan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 yang selesai menjalani isolasi, itu artinya belum ada warga yang dinyatakan sehat.

“Jumlah warga yang masih menjalani isolasi baik yang menjalani perawatan atau hanya melaksanakan isolasi mandiri dirumah tidak mengalami perubahan, malah terdapat penambahan dua orang,” jelasnya.

Ditambahkannya, penambahan dua kasus baru itu merupakan hasil tracing pada kasus yang terjadi sebelumnya, dimana masih ada sampel swab PCR yang belum dikeluarkan Pemprov Lampung.

“Hingga kini terkonfirmasi positif Covid-19 terjadi di sejumlah kecamatan dengan rincian Kecamatan Pesisir Tengah 10 kasus, Kecamatan Waykrui satu kasus, Kecamatan Pesisir Utara satu kasus, Kecamatan Karyapenggawa dua kasus, Kecamatan Krui Selatan tiga kasus dan Kecamatan Pesisir Selatan satu kasus,” paparnya.

Sementara itu, perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Pesbar hingga kini mencapai 243 kasus dengan rincian 220 selesai isolasi, 18 orang masih menjalani isolasi mandiri dan perawatan dan lima orang dinyatakan meninggal dunia.

“Jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 kemungkinan besar masih akan bertambah, mengingat masih ada sampel yang belum keluar, selain itu masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan juga berpotensi besar tertular wabah ini,” pungkasnya. (ygi/d1n/mlo)




Pos terkait