Positif Covid-19 di Waykanan Bertambah 21 Kasus

  • Whatsapp
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Waykanan Anang Risgianto

Medialampung.co.id – Warning bagi pemerintah dan masyarakat Waykanan, setelah 2 hari lalu dinyatakan ada penambahan 21 kasus positif Covid-19, Jumat (9/7).

Gugus tugas Waykanan melalui jubirnya Anang Risgianto, S.Km., M.Kes kembali merilis penambahan 21 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten setempat. 

Bacaan Lainnya

21 orang Waykanan yang dinyatakan positif corona tersebut antara lain, P206/Ny.NH (62) dari Kampung Beringin Jaya, Kecamatan Rebang Tangkas, P207/Tn.Kr (56) dari Kampung Mekar Asri, Kec. Baradatu, P208/Tn.Srg (64) dari Kampung Way Pisang, P209/Ny.As (26) dari Kampung Way Pisang, Kec. Way Tuba., P210/Tn.Lm (52) dari Kampung Bandar Dalam, Kec. Negeri Agung., P211/Tn.Na (42) dari Kampung Adi Jaya, Kec. Negara Batin, P212/Ny.Aw (39) dari Kampung Bandar Negara, Kec. Baradatu., P213/Ny.Sri (59) dari Kampung Way Pisang, Kec. Way Tuba.

P214/Tn.Nu(48), Kampung Donomulyo, Kec. Banjit, P215/Ny.Sr (49) dari Kampung Adi Jaya, Kec. Negara Batin., P216/Ny.Sr (52) dari Kampung Negeri Baru, Kec. Umpu Semenguk, P217/Tn.Srt (91) dari Kampung Bumi Baru, Kec. Blambangan Umpu. P218/Tn.EP (51) dari Kampung Negara Tama, Kec. Pakuan Ratu., P219/Ny.IS (26) dari Kampung Negeri Baru, Kec.Umpu Semenguk.

P220/Tn.EP (43) dari Kampung Bumi Ratu, Kec.Umpu Semenguk. P221/Tn.Ba (51) dari Kampung Negeri Baru, Kec.Umpu Semenguk., P222/Tn Ba (58) dari Kampung Karang Umpu, Kec.Blambangan Umpu, P223/Tn.Tt (51) dari Kampung Umpu Bakti, Kec. Blambangan Umpu, P224/Ny.Et (46) dari Kampung Bumi Ratu, Kec.Umpu Semenguk, P225/Tn.He (43) dari Kampung Setia Negara, Kec. Baradatu, P226/Ny.Et (42) dari Kampung Bumi Baru, Kec. Blambangan Umpu. 

  • P206-P226 memiliki riwayat, pasien mengatakan sebelumnya tidak pernah melakukan perjalanan ke luar daerah dalam 2 minggu terakhir, pasien mempunyai riwayat penyakit vertigo, saat kelelahan penyakit vertigonya kambuh. Pasien mengeluh mual, pusing dan keluarga membawanya ke Klinik di Banjit, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol., 
  • P207/Tn.Kr, mempunyai riwayat kontrol kesehatan ke RS Handayani seminggu sebelumnya. Lalu mengeluh demam, batuk, sakit dada, berobat ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P208/Tn.Srg, tanggal 23-06-2021 pasien datang berobat ke praktek dokter terdekat dengan keluhan batuk, pilek sesak nafas, lemas, nafsu makan berkurang, badan sakit-sakit. Tanggal 28-06-2021 tidak ada perubahan membaik kondisi kesehatan pasien, dan keluarga membawanya ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P209/Ny.AS, mempunyai kontak dengan rapid antigen positif, tanggal 28-06-2021, mengeluh demam, muntah, badan lemas, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P210/Tn.Lm, mempunyai kontak dengan rapid antigen positif, tanggal 01-07-2021, mengeluh demam, muntah, badan lemas, berobat ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P211/Tn.Na, mempunyai kontak dengan rapid antigen positif, tanggal 26-06-2021, mengeluh demam, muntah, badan lemas, berobat ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P212/Ny.AW, tanggal 20-06-2021 mempunyai riwayat undangan ke Bumi Agung, sepulangnya dari sana mengeluh sakit tenggorokan, batuk, pilek. Tanggal 25-06-2021, keluhan belum hilang ditambah keluhan muntah-muntah, dan lemas, berobat ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P213/Ny.Sri, mempunyai kontak dengan rapid antigen positif, tanggal 28-06-2021, mengeluh demam, muntah, badan lemas, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P214/Tn.Nu, tanggal 28-06-2021, Pasien mempunyai riwayat perjalanan dari Metro karena ada pertandingan bola voli selama 3 hari. Pada tanggal 29-06-2021 pasien mengeluh panas dingin, menggigil, sakit seluruh badan dan tidak ada nafsu makan. Pada tanggal 01-07-2021 berobat ke Puskesmas dan dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P215/Ny.SR, mempunyai kontak dengan kasus rapid antigen positif, tanggal 03-07-2021, mengeluh demam, muntah, badan lemas, berobat ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, pasien mempunyai riwayat penyakit Hipertensi dan Diabetes Mellitus, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P216/Ny.Hr, mempunyai kontak dengan rapid antigen positif, tanggal 30-06-2021, mengeluh demam, muntah, badan lemas, berobat ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P217/Tn.Su, tanggal 28-06-2021, mempunyai riwayat perjalanan dari Jawa (Yogyakarta) bersama istri dan anak-anaknya. Tanggal 01-07-2021 mengeluh badannya lemas, mual, tidak bertenaga, nafas agak berat dan demam, lalu berobat ke Puskesmas lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol. 
  • P218/Tn.EP, tanggal 10-6-2021 pasien menghadiri hajatan di Kampung Negara Tama dimana dalam hajatan tersebut pasien kontak dengan kasus rapid antigen positif. 11 hari setelah menghadiri hajatan tersebut pasien mulai mengeluh hilang indra penciuman, demam, lalu dibawa keluarganya berobat ke tenaga kesehatan setempat. Tanggal 26-06-2021, gejala dan keluhan pasien tidak kunjung membaik lalu dibawa berobat ke Puskesmas Pakuan Ratu, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P219/Ny.IS, mempunyai kontak dengan rapid antigen positif, tanggal 26-06-2021, mengeluh demam, muntah, badan lemas, berobat ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P220/Tn.He, mempunyai kontak dengan rapid antigen positif, tanggal 30-06-2021, mengeluh demam, muntah, badan lemas, berobat ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P221/Tn.Ba, mempunyai kontak dengan rapid antigen positif, tanggal 26-06-2021, mengeluh demam, muntah, badan lemas, berobat ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P222/Tn.RH, tanggal 02-06-2021 mengeluh batuk, pilek, panas dingin terasa sesak pagi hari, lalu dibawa oleh keluarganya ke klinik di Banjit, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P223/Tn.Tt, tanggal 29-06-2021 mempunyai riwayat bepergian ke Bandar Lampung yaitu Hemodialisa di RS Bhayangkara, tanggal 01/07-2021, berobat ke RSUD ZAPA, alu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P224/Ny.Et, mempunyai kontak dengan rapid antigen positif, tanggal 03-07-2021, mengeluh demam, muntah, badan lemas, berobat ke RS ZAPA, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P225/Tn.Hf, tanggal 01-07-2021 mempunyai riwayat kumpul-kumpul di tempat Kepala Kampung, tanggal 03-07-2021 bepergian ke Tanjung Raja Lampung Utara, tanggal 04-07-2021 mengeluh demam, muntah, badan lemas, berobat ke Puskesmas, lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol.
  • P226/Ny.Sru, tamggal 28-06-2021, mempunyai riwayat perjalanan dari Jawa (Yogyakarta) bersama orang tua dan suaminya. Tanggal 30-06-2021 mengeluh badannya lemas, mual, tidak bertenaga, nafas agak berat dan demam, lalu berobat ke Puskesmas lalu dilakukan skrining dengan pemeriksaan rapid antigen hasil positif, selanjutkan dilakukan isolasi di RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih terkontrol. 

Hari ini hasil swab PCR pada P206 – P226 menunjukkan hasil positif terkonfirmasi Covid-19, kepada pasien karena masih bergejala tetap dilakukan perawatan dan pemantauan di ruang isolasi RS ZAPA dan RSHK., Atas kondisi tersebut,maka perkembangan pemantauan Covid-19 Kabupaten Waykanan sampai dengan hari ini adalah Warga dipantau/pelaku perjalanan: 27.740, suspek Probable 0, Konfirmasi 226, Selesai Isolasi 176, Dirawat 38, Kematian konfirmasi 12

“Atas keterangan di atas gugus tugas Waykanan melakukan langkah-langkah sebagai tindak lanjut, melakukan tracing kepada yang pernah kontak erat dengan pasien Covid-19, melakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan pasien, Melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19,” tegas Anang.(sah/mlo)


Pos terkait