Positif Covid-19 Tanggamus Bertambah Dua Kasus

  • Whatsapp
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tanggamus, dr. Eka Priyanto

Medialampung.co.id – Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Tanggamus mengalami penambahan dua kasus dalam dua hari terakhir terhitung sejak Jumat (26/3) hingga Sabtu (27/3).

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tanggamus dr. Eka Priyanto, kedua kasus tersebut merupakan kasus baru dan teridentifikasi sebagai pasien nomor 550 seorang perempuan berusia 62 tahun dari Pekon Sukanegeri Kecamatan Talangpadang.

Bacaan Lainnya

“Kasus ini merupakan kasus bergejala. Keluarga membawa berobat ke RS Imanuel di Bandar Lampung untuk pemeriksaan. Oleh tim medis dilakukan serangkaian pemeriksaan termasuk pemeriksaan swab,” kata Eka melalui keterangan tertulis

Ia menambahkan, karena gejala pasien mengarah infeksi Covid-19, maka dilakukan perawatan di ruang isolasi. Dan hasil swab pasien menunjukkan  terkonfirmasi positif Covid-19. 

“Karena pasien masih bergejala maka tetap dilakukan perawatan di ruang RS Imanuel Bandar Lampung,” terang Eka. 

Selanjutnya untuk pasien 551 adalah seorang perempuan berusia 50 tahun alamat Pekon Purwodadi Kecamatan Gisting. 

Riwayat pasien 551 mulanya oleh keluarga dibawa berobat ke RS Panti Secanti, Gisting untuk dilakukan pemeriksaan. Tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan swab. 

Lantas sambil menunggu hasil swab, pasien dilakukan pengobatan rawat jalan. Dan hasil swab menunjukkan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Karena gejala kepada pasien sudah tidak dirasakan, pasien melakukan isolasi mandiri dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” ucap Eka.

Dengan dua kasus tersebut maka saat ini kasus Covid-19 di Tanggamus ada 551 kasus, dan empat masih dilakukan isolasi. Sedangkan selesai isolasi atau sembuh sebanyak 520 orang dan 27 kasus kematian. 

Eka meminta agar masyarakat dengan selalu pakai masker saat berada diluar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan, selalu cuci tangan pakai sabun di air mengalir, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas atau bepergian yang tidak penting.(ehl/rnn/mlo)




Pos terkait