Posko Covid-19 Waytuba Kosong, Saipul: Segera Diaktifkan Kembali

  • Whatsapp
Posko covid-19 yang berada di perbatasan Waykanan-Sumatera Selatan nampak lengang

Medialampung.co.id – Meskipun Sekdakab Waykanan menyatakan akan menjaga ketat perbatasan Waykanan dengan Sumatera Selatan dalam webinar dengan Gubernur Lampung pada Selasa (4/8), namun kenyataannya posko penjagaan dan posko gugus tugas Covid-19 di Kecamatan Waytuba kosong melompong, tidak ada seorangpun yang menjaganya, padahal Gubernur Lampung telah meminta agar posko Covid-19 diaktifkan kembali.

Mang Asan (54), salah Seorang warga setempat yang dikonfirmasi terkait dengan kosongnya posko gugus tugas Covid-19 tersebut menyatakan bahwa hal itu memang sudah lama terjadi 

Bacaan Lainnya



“Posko itu memang sudah lebih seminggu sudah kosong atau dari sebelum Idul Adha, yang pasti kami berharap tugas Covid-19 dari gugus tugas Waykanan itu dapat ditempatkan kembali, sehingga kami lebih merasa nyaman dan aman,” ujar Mang Asan.

Terpisah, Sekdakab Waykanan Hi. Saipul, S.Sos., M.IP, membenarkan bahwa untuk sementara posko gugus tugas Pemkab Waykanan yang ada di Waytuba tersebut kosong, hal itu dikarenakan posko tersebut dinilai tidak efektif untuk menangkal penularan virus Corona di Waykanan, selain karena biayanya terlalu besar, petugas juga tidak mungkin memutar balikkan lagi kendaraan yang akan melintasi Waykanan karena saat ini sudah dalam kondisi new normal.

“Untuk diketahui masyarakat, sebelum kita tarik, personil yang kita tempatkan di posko gugus tugas di Waytuba itu berjumlah 30 orang/hari yang dibagi dalam tiga shift di dalam setiap shift 10 orang petugas yang ditempatkan yaitu dari unsur TNI Polri dinas kesehatan dan Pol PP yang honornya Rp100 ribu/hari/orang sehingga dalam sehari honor yang dikeluarkan untuk personil petugas yang berjaga mencapai Rp3 juta di luar makan minum dan lainnya, akan tetapi dana sebesar itu itu kami Anggap tidak bermanfaat karena personel di lapangan tidak mampu berbuat apa-apa terhadap kendaraan yang berlalu Lalang,” ujar Saipul.

Lebih jauh Saipul menerangkan, dalam penanggulangan pandemi Corona lebih efektif apabila dilakukan oleh Kampung dan Kecamatan masing-masing, karena aparat kampung tentu lebih mengetahui aktivitas warganya.

“Aparat bisa langsung melakukan Rapid test dan melaporkannya ke Dinas Kesehatan Waykanan atau ke gugus tugas, akan tetapi Insya Allah atas perintah Bapak Bupati dalam waktu dekat ini posko gugus tugas yang berada waktu itu akan diaktifkan kembali,” pungkasnya.(wk1/mlo)



Pos terkait