PPKM Mikro Diberlakukan, Nayuh atau Hajatan di Pekon Sukabumi Sementara Ditiadakan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tim satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, seiring dengan tingginya penyebaran kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah setempat.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Batubrak Mat Suhyar mengatakan, pihaknya telah memberlakukan PPKM berskala mikro sesuai instruksi Bupati No.1/2021, sehingga para Satgas di tingkat pekon mengoptimalkan tugas pokok dan fungsinya.

Bacaan Lainnya

“Ya, kita kembali berlakukan PPKM berskala mikro dan kepada satgas Covid-19 baik di tingkat pekon dan kecamatan bergerak untuk memantau dan memastikan tidak ada kegiatan yang berpotensi menjadi tempat berkerumun karena segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang banyak tidak diperbolehkan seperti nuyuh atau hajatan,” terangnya. 

Ia menegaskan, pemberlakukan PPKM berskala mikro harus segera dilaksanakan dalam rangka memaksimalkan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan untuk mendukung penegakan peraturan ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan unsur TNI-Polri, Puskesmas dan Pihak Kecamatan agar apabila terdapat hal-hal berpotensi mengakibatkan kerumunan sementara ditiadakan. 

“Penerapan PPKM berskala mikro ini diharapkan mampu menurnkan angka penularan Covid-19, untuk itu kami mengajak masyarakat agar turun berperan aktif dan untuk membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mengindahkan aturan yang ada,” harapnya.

Seperti diketahui, kasus penyebaran Covid-19 di Pekon Sukabumi, Kecamatan Batubrak mengalami peningkatkan dengan total ada 39 warga yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Kepala UPT Puskesmas Batubrak Nezwan S.K.M menuturkan, penambahan 17 kasus tersebut merupakan rombongan warga yang sebelumnya mengikuti tes swab PCR pada Senin (28/6) lalu.

“Jadi penambahan 17 orang ini berdasarkan hasil tes Swab PCR dari 22 sampel, dan masih ada 13 sampel lagi yang hasil belum keluar,” paparnya.

Dengan demikian, lanjutnya, total warga positif Covid-19 di Pekon Sukabumi berjumlah sebanyak 39 orang. Kemudian terkait klaster penyebaran pihaknya kembali menegaskan bahwa ada  keterkaitan kontak dengan salah satu dari tiga pasien yang terlebih terpapar Covid-19 di pekon tersebut. 

“Jadi sebelumnya ada tiga warga yang positif Covid-19, mereka sempat mengikuti pengajian ke luar daerah, setelah dinyatakan positif Covid-19 satu dari warga tersebut sempat mengadakan akikahan yang dihadiri warga masyarakat Pekon Sukabumi,” pungkasnya.(edi/mlo)


Pos terkait