Premium di Stop, Diganti Pertalite Khusus

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, sejak sepekan terakhir ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) sudah di stop dari PT.Pertamina. tidak terkecuali seperti SPBU di Pekon Bangun Bangun Negara kecamatan Pesisir Selatan, kini tidak lagi menjual premium.

Pengawas SPBU 24.348.118, Arif Sentosa, mengaku penghentian pengiriman Premium itu merupakan salah satu tindaklanjut dari Pertamina terkait pelaksanaan program langit biru di Kabupaten Pesbar. Dengan adanya penyetopan pengiriman premium itu pasti berdampak bagi masyarakat, terutama pengguna kendaraan roda dua (R2), kendaraan roda empat (R4) khususnya plat kuning (angkutan penumpang), hingga masyarakat nelayan dan petani.

Bacaan Lainnya

“Meski begitu, SPBU Bangun Negara,dan SPBU lainnya di wilayah Pesbar ini yang sebelumnya menjual premium,  tetap mengikuti petunjuk Pertamina,” katanya, Minggu (19/9).

Dijelaskannya, dalam program langit biru dari Pertamina itu, salah satunya dengan menyetop pengiriman premium sejak sepekan terakhir, juga sekaligus mengirimkan BBM pengganti premium yakni BBM jenis Pertalite Khusus (PLK). Sementara, di SPBU Bangun Negara  telah dikirim stok pertalite khusus dari Pertamina sebanyak 8.000 liter. Sayangnya, hingga kini stok pertalite khusus itu belum banyak diminati masyarakat.

“Pertalite khusus itu belum banyak diketahui masyarakat luas, mudah-mudahan kedepan masyarakat dalam hal ini pemilik kendaraan banyak yang menggunakan pertalite khusus itu,” jelasnya.

Dijelaskannya, harga pertalite khusus itu cukup terjangkau bagi masyarakat yakni Rp6.850,- per liter, sedangkan harga pertalite biasa yakni Rp7.850,- per liter. Artinya, ada selisih Rp1.000,- lebih murah dibandingkan menggunakan pertalite biasa. Kedepan dirinya berharap dengan adanya penyetopan pengiriman premium di SPBU se-Pesbar itu juga ada solusi kembali dari Pertamina, sehingga tidak terlalu berdampak bagi masyarakat.

“Sejak penyetopan premium itu, di SPBU Bangun Negara ini cukup dirasakan masyarakat terutama nelayan dan petani. Meski begitu, rata-rata saat ini masyarakat juga mulai beralih ke BBM jenis pertamax, dan pertalite biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan, Suparmi, S.Ip, M.M., mendampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat, Herizan, S.E, M.M., mengakui sudah sekitar sepekan terakhir pengiriman premium di setiap SPBU se-Pesbar terutama di tiga SPBU yakni SPBU 23.345.09 di Kecamatan Krui Selatan, SPBU 24.345.29 di Kecamatan Karyapenggawa, dan SPBU 24.348.118 di Kecamatan Pesisir Selatan. Pertamina telah menghentikan seluruh pengiriman premium. Sedangkan, untuk SPBU yang ada di Pekon Penengahan Kecamatan Lemong sejak beroperasi tidak menjual BBM jenis premium. 

“Penyetopan pengiriman premium itu merupakan langkah Pertamina, dalam melaksanakan program langit biru di Kabupaten Pesbar, sehingga premium akan digantikan dengan BBM jenis pertalite (RON 90) dengan harga khusus pada tiga SPBU di Pesbar itu,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait