Pringsewu Jadi Model ODF

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pringsewu telah menjadi model ODF bagi daerah lainnya, namun demikian  mempertahankannya lebih sulit daripada mencapainya.

Ini dikatakan WASH Advisor SNV Indonesia Bambang Pujiatmoko yang menjadi narasumber bersama Bupati Pringsewu H. Sujadi serta Plt. Kadis PUPR Pringsewu Imam Santiko Raharjo, saat Webinar bertajuk Pengelolaan Sanitasi Aman di Kabupaten Pringsewu, digelar oleh Yayasan Konservasi Way Seputih melalui program V4CP SNV, Kamis (10/6).

Bacaan Lainnya



Dipandu Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih Febrilia Ekawati, lanjut Bambang, Kabupaten Pringsewu juga telah mempunyai modal dasar. Yakni pertama masyarakat yang telah tersentuh hatinya.

Kedua adalah kolaborasi, sinkronisasi, koordinasi dan sinergitas antar-OPD. Koordinasi kecamatan, koordinasi pekon, serta lembaga pengelola sanitasi aman. 

Yang ketiga adalah regulasi, dimana Pringsewu memiliki Perda STBM berkelanjutan, Perda Pengelolaan limbah domestik, dan Peraturan Bupati.

“Pringsewu mungkin satu-satunya daerah yang memiliki Perda STBM Berkelanjutan. dan yang keempat yakni pendanaan,” jelasnya.

Sementara, Bupati Pringsewu H. Sujadi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Johndrawadi, Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Kemasyarakatan dan SDM Malian Ayub dan Kepala Bappeda Pringsewu A. Fadholi, serta sejumlah pejabat lainnya dari Aula Utama Pemkab Pringsewu mengatakan pandemi Covid-19 telah membuat dirinya menjadi lebih bersemangat lagi dalam menangani Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

“Instrumen dan infrastruktur penegakan Perda Tentang STBM wajib untuk dilaksanakan,” ungkapnya.

Sehingga kesungguhan seluruh OPD juga menjadi kata kunci dalam pengelolaan STBM ini, disamping kerjasama antar masyarakat dan lembaga harus diteruskan dan dikembangkan, juga koordinasi antara Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu, Dinas PUPR Provinsi Lampung, dan Kementerian PUPR harus terus ditingkatkan.(sag/mlo)



Pos terkait