Produksi Beras Lambar Mengalami Surplus

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Produksi beras di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengalami surplus. Pasalnya, dari target produksi beras tahun 2019 sebanyak 171.582 ton, hingga akhir September (data sementara) telah terealisasi 177.569,6 ton.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Yedi Ruhyadi, S.P mengungkapkan, sasaran target luas tanam pada Oktober 2018-September 2019 seluas 34.426 Hektar (Ha) namun hingga September 2019 baru terealisasi 34.148 Ha. Itu artinya masih ada kekurangan sekitar 278 Ha yang belum terealisasi, hal itu dikarenakan musim kemarau sehingga ada lahan yang tidak dilakukan penanaman, serta ada lahan persawahan yang telah beralih fungsi.

Bacaan Lainnya



“Kalau untuk produksi beras kita target  171.582 ton dan hingga September telah terealisasi 177.569,6 ton, itu artinya produksi beras di Kabupaten Lambar mengalami surplus,” kata Yedi Ruhyadi, Minggu (27/10).

Tercapainnya target produksi beras tersebut, kata dia, tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan pihaknya bersama jajaran, seperti halnya mengimbau petani yang biasa melakukan penanamam dua kali tanam diharapkan menjadi tiga kali tanam dalam setahun. Upaya lainnya, yakni menyalurkan bantuan benih padi, melaksanakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) .

“Kita juga mengimbau kepada petani untuk menggunakan pupuk organik, serta kita akan mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat untuk bantuan alsintan berupa pengolahan tanah berupa Hand Traktor hingga alat pasca panen seperti  Combine Harvester,” kata dia

Seraya menambahkan, untuk indeks pertanaman (IP) ditargetkan 3, sementara saat ini IP baru mencapai 2,3. Kendalanya antara lain karena petani tidak hanya fokus ketanaman padi, namun ada usaha lain seperti berkebun tanaman hortikultura dan dan kopi, serta usaha lainnya.  “Sulit untuk secara keseluruhan untuk mencapai IP 3 tapi seperti daerah Suoh dan Kecamatan Bandarnegeri Suoh masih memungkinkan untuk bisa mencapai IP 3 karena sebagian besar petani tidak ada kegiatan lainnya. Sebab begitu panen, lahan persawahannya langsung digarap untuk ditanam kembali, sehingga kedepan kita akan fokuskan untuk tanam tiga kali setahun ini ke daerah-daerah zona prioritas,” kata dia seraya menambahkan, keuntungan tanam tiga kali setahun yaitu produksi padi meningkat dan mensejahterakan petani. (lus/mlo)



Pos terkait