Produksi Budidaya Perikanan di Lambar Over Target

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Peningakatan produksi perikanan air tawar di Kabupaten Lampung Barat menjadi salah satu fokus pemkab setempat melalui Dinas Perikanan. 

Melalui berbagai program yang digulirkan, di tahun anggaran 2021 ini produksi budidaya perikanan mengalami over target, hal tersebut berdasarkan data Dinas Perikanan setempat hingga bulan Juni lalu. 

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinas Perikanan Lambar Relegius Hilman, SE., mengungkapkan, hingga bulan Juni lalu produksi perikanan di Lambar mencapai 4.378 ton lebih, dari total target produksi sebesar 3.631 ton lebih. Produksi budidaya tersebut berasal dari budidaya keramba jaring apung (KJA) dan juga budidaya perikanan di sawah. 

“Alhamdulillah, hingga data per Juni 2021 realisasi produksi perikanan budidaya mengalami over target, hal ini tentunya menunjukkan bahwa sektor perikanan di Lambar terus meningkat, baik jumlah pembudidaya-nya maupun sistem budidaya yang dilakukan (semakin membaik),” ungkap Relegius mendampingi Kepala Dinas Perikanan setempat Kamaluddin, ST.

Dijelaskan, realisasi produksi perikanan budidaya yang mencapai 4.378 ton tersebut rinciannya 2.568 hasil budidaya KJA 160 ton hasil budidaya sawah. Rinciannya, untuk Ikan mas sebanyak 722 ton, ikan Nila 3.582 ton, Nilem 17 ton, Gurame 13 ton, Tawes 11 ton, Patin 9,9 ton, Lele 10,2 ton, Baung 12,5 ton dan lainnya 8,2 ton. 

“Untuk jenis ikan nila menjadi jenis yang paling banyak dibudidayakan masyarakat baik melalui KJA maupun budidaya sawah. Tingginya produksi ikan nila, karena memang ikan jenis tersebut sangat cocok dibudidayakan di Lambar dan juga menjadi jenis ikan yang digemari masyarakat, ” kata dia. 

Sementara terkait dengan pemasaran ikan nila sendiri, lanjut Relegius, sejak beberapa tahun lalu sudah menyasar pasar luar daerah mulai dari Sumatera Selatan hingga Pulau Jawa dan untuk masalah pemasaran saat ini tetap stabil, meskipun beberapa waktu lalu sempat terkendala karena adanya pandemi Covid-19. 

“Kami juga terus mendorong para pembudidaya untuk memulai memanfaatkan ikan hasil produksi dengan membuat berbagai makanan olahan seperti membuat nugget maupun fillet ikan, dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya para pembudidaya,” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait