Program KPB di Waykanan Mulai Berjalan

  • Whatsapp
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Waykanan Rofiki, S.T.P., M.M.

Medialampung.co.id – Kabupaten Waykanan adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung yang sudah menjalankan program Kartu Petani Berjaya (KPB).

Program ini adalah Program Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi untuk para petani yang ada.

Bacaan Lainnya


Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Waykanan Rofiki, S.T.P., M.M., mewakili Kepala Dinas Pertanian setempat Ir. Maulana Muhidan, M.M. menjelaskan, KPB sudah mulai berjalan di Kabupaten Waykanan.

“Kemarin kami sudah uji coba dengan satu buah kelompok pertanian, dan Alhamdulillah lancar sampai penebusan pupuk,” jelasnya.

“Ada 2.591 anggota tani yang tergabung dalam 107 kelompok tani. Tapi memang kemarin kami masih uji coba dengan satu kelompok tani terlebih dahulu,” lanjut Rofiki.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Waykanan ini juga mengatakan bahwa saat ini memang masih ada kendala di Aplikasi KPB tersebut, tapi hal itu akan segera diatasi oleh pihak pengembang Aplikasinya.

Masih kata Rofiki, KPB ini intinya untuk mempermudah para petani yang ada. Walaupun sementara ini hanya bisa digunakan untuk menebus pupuk padi, nantinya akan ada lebih banyak lagi pupuk serta sarana yang bisa kita dapatkan dengan menggunakan KPB.

“Untuk para petani yang telah menebus pupuk melalui aplikasi tersebut, tentunya tidak bisa diganggu gugat lagi. Dan itu sudah hak milik petani tersebut. Jadi memang lebih teratur dan jelas lagi penyebaran pupuk tersebut,” 

Menanggapi permasalahan masyarakat yang merasa susah untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, menurut Rofiki itu karena petani diharuskan melakukan proses penebusan dengan memakai persyaratan kelompok tani atau petani yang Nomor Induk Kependudukannya telah terdaftar di Elektronik Rencana Definitif Kabupaten Kelompok (ERDKK). 

“Memang proses ini baru dilakukan tahun ini. Dan inilah yang membuat para petani masih terasa asing dengan cara penebusan yang baru ini,” terang Rofiki.

“Proses pembaruan penebusan pupuk bersubsidi ini, dilakukan untuk mencegah penyimpangan pupuk subsidi yang diperuntukan kepada petani yang memiliki kelompok tani. Sedangkan, para petani yang belum terdaftar di ERDKK tidak dapat membeli pupuk subsidi dan hanya dapat membeli pupuk non subsidi,” lanjutnya.

Masih menurut Rofiki, penyaluran pupuk yang bersubsidi disalurkan dari distributor ke kios yang resmi yang ada di daerah masing masing.

“Harapan kami para petani dapat bekerja sama dengan cara penebusan pupuk yang baru ini. Sebab, tujuannya sangat baik. Dengan begini, pupuk bersubsidi diyakini dapat sampai ke tangan para petani yang seharusnya,” tutupnya.(wk1/mlo)


Pos terkait